Arti Surat Al Ikhlas: Memurnikan Keesaan Allah SWT

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti surat Al Ikhlas ialah memurnikan atau mensucikan keesaan Allah SWT. Hal ini sendiri serupa dengan bunyi ayat pertamanya, yang memiliki terjemahan sebagai berikut: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.” (QS. Al Ikhlas: 1)
Surat Al Ikhlas merupakan bagian dari surat makkiyah yang terdiri dari empat ayat. Keempat ayat itu sendiri berisi penegasan tentang ajaran ilmu tauhid, yakni meyakini Allah SWT sebagai Tuhan Yang Mahatunggal sebagai tempat untuk kita bergantung dan tidak akan ada satu pun hal di muka bumi yang dapat sebanding dengan Allah SWT.
Lafal Arab, Latin dan Arti Surat Al Ikhlas
Agar kita bisa semakin tahu bagaimana penegasan ilmu tauhid tersebut, kita bisa menyimak lafal dan arti surat Al Ikhlas berikut yang menyebutkan keesaan Allah SWT.
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
qul huwallāhu aḥad
Ayat 1: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.”
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
allāhuṣ-ṣamad
Ayat 2: “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
lam yalid wa lam yụlad
Ayat 3: “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan”
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Ayat 4: “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
Sebagai umat yang beriman, kita tentu diwajibkan untuk senatiasa meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana salah satu rukun iman dalam ajaran agama Islam yang perlu kita penuhi.
Arti surat Al Ikhlas bagi umat muslim sendiri sangatlah penting. Pasalnya surat pendek ini memiliki keistimewaan dimana jika kita rutin membacanya, maka amalan ibadah kita akan sebanding dengan membaca sepertiga bagian Alquran. Hal ini pula bisa menjadikan dosa-dosa umat muslim yang membacanya akan diampuni oleh Allah SWT karena kita telah meyakini kemurnian dari keesaan Allah SWT. (HAI)
