Arti Tabligh dan Penerapannya dalam Pendidikan Akhlak di Sekolah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti tabligh adalah salah satu sifat wajib nabi dan rasul. Berdasarkan buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kuaseri (2008: 89), tabligh adalah menyampaikan. Seorang rasul adalah penyampai wahyu Allah kepada manusia. Tabligh bermakna menyampaikan ajaran agama, ajaran kebaikan, ajaran kebenaran yang bersumber dari firman Allah SWT.
Sifat tabligh dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari dengan cara saling menyampaikan kebenaran dan saling mengingatkanakan kebaikan kepada sesama umat muslim. Jika sesama umat muslim saling mengingatkan akan kebaikan satu sama lain maka akan tercipta lingkungan sosial yang positif.
Firman Allah SWT:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imron: 104).
Kebiasaan saling mengingatkan satu sama lain dan menyampaikan kebaikan atau kebenaran tersebut dapat dipupuk sejak usia dini melalui pendidikan akhlak di sekolah.
Penerapan Sifat Tabligh dalam Pendidikan Akhlak di Sekolah
Mengutip buku Pendidikan Karakter FAST (Fathonah, Amanah, Siddiq, Tabligh) dan Implementasinya di Sekolah oleh Eni Setyowati (2019: 24-25), aktualisasi atau penerapan sifat tabligh dalam pendidikan akhlak di sekolah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu antara lain:
Mulai dari diri sendiri dengan banyak membaca, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama dan perbuatan baik. Setelah mengerti mana hal-hal yang baik dan mana yang dilarang agama, maka anak-anak dapat melakukan muhasabah atau koreksi diri. Dengan koreksi diri mereka akan mengetahui kesalahan dan mana perbuatan mereka yang buruk kemudian mereka ganti dengan memperbanyak perbuatan baik.
Menyampaikan kepada keluarga nasihat-nasihat baik. Firman Allah SWT:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6).
Bergabung dengan organisasi seperti rohis, remaja masjid, atau majelis ta'lim di mana anak-anak dapat saling berbagi ilmu dan ide dengan teman-temannya serta saling menyampaikan perihal kebaikan. Mereka juga dapat saling belajar bertukar informasi mengenai pengetahuan agama dan kebaikan dengan teman-temannya dalam organisasi tersebut.
Membaca kisah-kisah nabi dan rasul, serta orang-orang shalih yang memiliki sejarah perjuangan hebat dalam rangka menyampaikan kebenaran. Dengan membaca kisah dan sejarah tersebut, anak-anak akan termotivasi untuk meneladani dan semakin memperkuat iman kepada Allah SWT, terutama dalam menaati perintah-Nya.
Itulah ulasan mengenai arti tabligh, sifat wajib nabi dan rasul yang berarti menyampaikan. Semoga kita semua dapat meneladani sifat mulia tersebut dan menerapkannya dalam pendidikan akhlak anak baik di rumah, di sekolah, atau di mana saja. (IND)
