Konten dari Pengguna

Arti Tabligh Sebagai Sifat Wajib Rasul yang Harus Diteladani dan Dicontoh

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tabligh. Sumber: flickr.com
zoom-in-whitePerbesar
Tabligh. Sumber: flickr.com

Seperti yang kita ketahui, Rasulullah SAW adalah manusia pilihan Allah SWT yang diperintahkan untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia. Secara etimologis, tabligh artinya adalah menyampaikan. Meski begitu, kata tabligh tidak hanya terbatas pada suatu perbuatan yang sekadar menyampaikan, tetapi di dalamnya juga terdapat teknik dan cara menyampaikan yang efektif.

Akan tetapi, arti tabligh bisa juga sebagai para nabi dan rasul yang menyampaikan perintah dari Allah SWT dengan menggunakan bahasa yang fasih dan mudah diterima oleh para kaumnya. Hal ini senada dengan firman Allah SWT dalam Surat Al Maidah ayat 67 yang berbunyi sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Artinya, “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

Arti Tabligh Sebagai Sifat Wajib Rasul yang Harus Diteladani dan Dicontoh

Tabligh. Sumber: flickr.com

Menurut Buku Pintar Agama Islam SD Kelas 4, 5, & 6 karya M. Syafi’ie el-Bantanie dan Seno Teguh Pribadi (2013:208), tabligh artinya menyampaikan wahyu Allah SWT secara berangsur-angsur tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebih-lebihkan.

Allah SWT memerintahkan kepada setiap muslim untuk memiliki sifat tabligh seperti para rasul sebagaimana yang terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makrug, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-oroang yang beruntung.”

Setiap orang yang memiliki sifat tabligh biasanya dapat membaca suasana hati lawan bicaranya dan berbicara sesuai dengan pengalaman dan tingkat pendidikan dari lawan bicaranya. (Anne)