Arti Takziah dan Keutamaannya Bagi Umat Muslim Sebagai Ibadah Sunnah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Takziah adalah amalan yang kerap dilakukan oleh umat muslim ketika mendapatkan kabar duka dari muslim lainnya. Secara bahasa, arti takziah ialah menghibur. Sedangkan secara istilah takziah dikenal sebagai kegiatan melayat atau menyambangi rumah duka umat muslim yang meninggal dunia.
Meski arti takziah lebih banyak dihubungkan dengan kegiatan melayat ke rumah umat muslim yang meninggal dunia, namun sebenarnya takziah juga bisa dilakukan dengan berkunjung ke kediaman umat muslim yang tengah tertimpa musibah.
Melakukan takziah adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim sebagaimana dalil hadist yang dikutip dari buku Ringkasan Fikih Lengkap, Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (2020: 320) berikut:
Barangsiapa yang bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.”
Berdasarkan isi hadist tersebut, maka sebenarnya takziah tidak hanya dilakukan untuk melayat orang yang meninggal dunia saja, namun menjenguk saudara sesama muslim yang tengah terkena musibah juga termasuk kegiatan takziah.
Arti Takziah dan Keutamaannya
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, arti takziah pada hakikatnya ialah menghibur. Berdasarkan artian tersebut maka tujuan atau fungsi dasar dari kegiatan takziah ialah untuk menghibur keluarga muslim yang berduka agar bebannya bisa sedikit berkurang.
Di samping itu, ungkapan belasungkawa yang diberikan kepada para pelayat tersebut juga diharapkan dapat menjadi dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa bersabar dan berlapang dada menerima musibah atau ketetapan Allah SWT.
Sebagai salah satu amalan ibadah sunnah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW, maka kegiatan takziah tentu dapat mendatangkan pahala bagi umat muslim yang melaksanakannya. Adapun banyaknya jumlah pahala yang dapat diterima umat muslim apabila melakukan takziah ialah akan setara dengan jumlah pahala dari umat muslim yang ia kunjungi tersebut, sebagaimana bunyi hadist berikut: “Barangsiapa yang bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.”
Kemudian apabila seorang muslim yang melayat juga turut ikut serta menyolati jenazah dan memakamkannya, maka akan banyak sekali pahala bisa didapatkan oleh muslim tersebut, seperti isi hadist berikut:
“Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam: “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut meshalatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath”. Ditanyakan kepada Beliau; “Apa yang dimaksud dengan dua qirath?” Beliau menjawab: “Seperti dua gunung yang besar”. (Muttafaqun ‘Alaih,Bukhari: 1240 & Muslim: 1570)
Selain mampu mendatangkan pahala, keutamaan lain dari melaksanakan takziah ialah mampu mendatangkan kemulian bagi umat muslim di hari kiamat kelak sebagaimana hadist yang dikutip dari laman iqt.unida.gontor.ac.id berikut:
“Dari Amr bin Hazm, Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemulian kepadanya di hari kiamat’.” (HR. Ibnu Majah dan Imam Baihaqi)
Setelah mengetahui arti takziah dan keutamaannya tadi, semoga umat muslim dapat mengamalkan ibadah sunnah tersebut guna memberikan penghiburan serta dukungan moril dan doa bagi umat muslim lain yang tengah tertimpa musibah. (HAI)
