Konten dari Pengguna

Arti Waktu Tunggu atau Iddah dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Arti Waktu Tunggu atau Iddah, Foto Unsplash Mostafa Meraji
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Arti Waktu Tunggu atau Iddah, Foto Unsplash Mostafa Meraji

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya terdapat beragam aturan dan pedoman hidup bagi umatnya. Aturan dan pedoman hidup ini dibuat semata-mata untuk melindungi umatnya dari situasi yang tidak diinginkan dan sebagai penunjuk agar umatnya selalu berada di jalan yang benar serta diridhoi oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita sebagai umat Islam hidup sesuai aturan dan pedoman tersebut.

Salah satu aturan dalam Islam adalah megenai waktu tunggu atau iddah. Apakah arti waktu tunggu atau iddah? Simak jawabannya di bawah ini.

Arti Waktu Tunggu atau Iddah

Mengutip buku Fikih Wanita Empat Bab Warisan, Nikah, dan Thalaq oleh Dr. Muhammad Utsman Al-Khasyt (2021:121), arti waktu tunggu atau iddah adalah masa menungg bagi seorang wanita yang dilakukan secara langsung setelah dijatuhkannya thalaq (oleh suaminya).

Selama dalam masa iddah tersebut, wanita yang bersangkutan tidak boleh meninggalkan rumah suaminya; suami yang menthalaqnya juga tidak boleh mengusirnya dari rumah tersebut, dan suami yang menthalaqnya itu wajib memenuhi nafkahnya hingga berakhir masa iddah.

Ilustrasi Apakah Arti Waktu Tunggu atau Iddah, Foto Unsplash Mostafa Meraji

Beberapa pendapat menyatakan bahwa masa iddah wanita setelah dithalaq atau dicerikan adalah tiga sampai empat bulan. Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa masa iddah tersebut berlangsung selama tiga bulan.

Masa iddah bagi wanita tidak hanya berlaku bagi cerai hidup saja, namun juga cerai mati atau suaminya meninggal dunia. Wanita yang suaminya meninggal dunia mempunyai masa iddah selama empat bulan 10 hari.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh wanita selama masa iddah, seperti tidak boleh keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak, tidak boleh menikah dengan pria lain dan tidak boleh bersolek bagi wanita yang suaminya meninggal.

Ada beberapa hikmah dari masa iddah, yakni bila suami menthalaq istri, maka masa iddah dapat memberi waktu bagi suami untuk rujuk. Masa iddah juga untuk memastikan apakah rahim wanita benar-benar bersih atau tidak. Lalu jika suami telah meninggal, masa iddah juga dapat menunjukkan kesetiaan istri.

Itulah arti masa iddah atau waktu tunggu bagi wanita dalam agama Islam. Semoga penjelasan ini dapat memberi pengetahuan bagi kita terkait Islam. (LOV)