Arti Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba Alaikumus Siam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah Anda bahwa arti dari ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam dapat dibaca dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183? Yups! Ayat ini merupakan ayat yang sering dibawakan ketika ceramah jelang bulan Ramadhan atau di sepanjang bulan Ramadhan. Pasalnya, Surat Al Baqarah ayat 183 berisi tentang perintah Allah SWT mengenai puasa. Adapun bunyi dan arti dari ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam adalah sebagai berikut.
Bacaan dan Arti Surat Al Baqarah Ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Berdasarkan ayat tersebut Ahmad Sarwat (2019: 7) menjelaskan dalam buku tafsirnya bahwa maksud orang-orang yang beriman dalam ayat tersebut adalah mereka yang beragama Islam. Mereka wajib menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan fardu karena Allah SWT. Lalu, apakah mereka yang sakit juga harus berpuasa? Apa itu tidak memberatkan mereka?
Islam adalah agama yang penuh dengan kemudahan sebagaimana Allah SWT, Sang Maha Pengasih. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 184 yang berbunyi,
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ١٨٤
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Jika pertanyaannya, “Apakah mereka yang sakit juga harus berpuasa?”. Jawabannya adalah berdasarkan ayat tersebut dapat dipahami bahwa orang yang sakit dan orang yang sedang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa atau buka puasa, tapi harus mengganti puasanya setelah bulan Ramadhan sesuai hari yang ditinggalkan. Wallahu a’lam bish-shawab.
Allah SWT selalu memerintahkan hal baik pada hamba-Nya termasuk dalam berpuasa. Selain sebagai bentuk keyakinan kita adanya Allah SWT, puasa pun memiliki manfaat bagi mereka yang melaksanakannya. Ustaz Mustamir Pedak, S. Ked dalam bukunya Puasa Obat Dahsyat menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat untuk kesehatan jiwa (2011: 63). Salah satunya adalah untuk mengendalikan marah. Kemarahan merupakan salah satu potensi pada diri manusia. Apabila digunakan untuk hal negatif kemarahan akan menimbulkan hal buruk dan penyesalan. Oleh sebab itu, puasa yang mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu akan membantu kita untuk mengendalikan marah atau emosi. (AA)
