Arti Zenit, Antonim Zenit dan Arti Antonim Tersebut dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kosa kata dalam bahasa Indonesia itu sangat kaya. Salah satunya adalah kata zenit yang jarang terdengar dalam percakapan umum. Karena itu, arti zenit, antonim zenit dan arti antonim tersebut akan menarik untuk diketahui.
Baca juga: Arti, Antonim dan Sinonim Ceroboh
Arti Zenit, Antonim Zenit dan Arti Antonim Tersebut dalam Bahasa Indonesia
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring yang bisa diakses melalui https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/zenit, arti zenit adalah:
titik khayal di langit yang tegak lurus di atas bumi terhadap cakrawala; titik puncak.
Meski jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, kata zenit sering ditemui dalam materi sains.
Salah satu arti zenit dalam sains adalah titik di angkasa yang berada persis di atas kepala. Posisi zenit tergantung dari gaya gravitasi dimana orang tersebut berdiri.
Zenit juga merupakan salah satu jenis hujan. Hujan zenit adalah hujan yang terjadi di daerah khatuliswa. Hujan ini disebabkan oleh suhu panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke langit dan bertemu dengan udara yang dingin lalu menjadi hujan.
Karena hujan zenit tidak memiliki lawan kata, maka antonim zenit yang dicari adalah antonim dari titik puncak, yaitu titik terbawah.
Dalam kosa kata bahasa Indonesia, antonim atau lawan kata zenit adalah nadir. Dalam KBBI daring, arti nadir adalah:
jarang ada; jarang didapat; luar biasa
titik yang paling rendah dari bulatan cakrawala (bola langit) yang terletak tepat di bawah kaki pengamat; titik kaki
perahu (di Malaka)
pengawas; inspektur
Jika yang dicari adalah nadir sebagai antonim zenit, yaitu titik terbawah, maka arti yang paling tepat dari arti nadir di atas adalah titik kaki. Namun frasa titik kaki sendiri juga jarang digunakan, baik dalam materi tertulis maupun dalam percakapan. Antonim zenit yang sering digunakan adalah nadir, terbawah atau terendah. Kata nadir itu sendiri sering ditemukan dalam sains dan sastra.
Contoh penggunaan nadir dalam kalimat adalah sebagai berikut:
Kasihan, hidupnya berada dalam titik nadir.
Kasihan, hidupnya berada dalam titik terendah.
Mencari arti dan lawan kata atau antonim zenit adalah salah satu kegiatan menarik dalam mempelajari bahasa Indonesia. Apalagi zenit dan nadir jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun sering ditemukan dalam bidang lain, yaitu sains dan sastra. Ini akan memperkaya perbendaharaan kata pengguna bahasa Indonesia. (LUS)
