Konten dari Pengguna

Asal Daerah Alat Musik Ladolado dan Cara Memainkannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ladolado berasal dari Sulawesi Tenggara, sumber foto (Heru Haryanto) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ladolado berasal dari Sulawesi Tenggara, sumber foto (Heru Haryanto) by unsplash.com

Alat musik ladolado berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Seperti yang diketahui, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan adat dan budaya. Provinsi yang satu ini Sulawesi Tenggara juga mempunyai banyak suku, beberapa di antaranya yaitu Suku Tolaki, Suku Muna, Suku Buton, dan masih banyak lagi. Ladolado tergolong sebagai alat musik yang dimainkan oleh masyarakat di Sulawesi Tenggara. Bentuk ladolado hampir mirip seperti gambus atau gitar. Lalu, bagaimana cara memainkannya? Jika penasaran, simak penjelasannya di artikel ini.

Mengenal Alat Musik Tradisional Ladolado

Mengutip buku Seni Budaya dan Ketrampilan oleh Sri Murtono (2007), alat musik tradisional merupakan jenis alat musik yang terbuat dari bahan bambu, kayu, kulit, besi, lontar, dan sebagainya. Hal ini jelas berbeda dengan alat musik modern yang umumnya terbuat dari hasil pengolahan mesin dengan berbagai macam efek dan bentuk.

Ladolado adalah salah satu bentuk alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara. Alat musik yang satu ini merupakan memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda dengan gambus.

Ilustrasi ladolado berasal dari Sulawesi Tenggara, sumber foto (Robert Tjalondro) by unsplash.com

Ladolado mempunyai empat buah senar yang dikaitkan ke bagian bagian bawahnya. Alat musik ini juga mempunyai pemutar kayu yang berada di bagian atas untuk menetapkan tingkat ketegangan senar supaya bisa mengeluarkan nada yang merdu didengar. Cara memainkan ladolado yakki dengan digesek seperti biola.

Fungsi alat musik ladolado adalah untuk mengiringi upacara adat, misalnya seperti upaca buton dan posuo. Selain itu, ladolado juga digunakan untuk hiburan bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Sayangnya, alat musik ini sudah sangat jarang ditemukan di Sulawesi Tenggara seiring dengan perkembangan dunia musik di era globalisasi. Faktor lain yang memicu minimnya pemain alat musik ladolado yaitu karena mayoritas anak muda cenderung lebih tertarik dengan alat musik modern seperti gitar, piano, biola, dan lain-lain. Alat musik ini lebih mudah ditemukan ketika kamu berkunjung ke museum-museum.

Usai menyimak pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa ladolado terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara digesek. Agar tidak punah, generasi muda di Indonesia hendaknya terus melestarikan alat musik ini untuk berbagai acara dan kepentingan lainnya. (DLA)