Konten dari Pengguna

Asal Usul Gultik, Kuliner Legendaris Jakarta yang Banyak Digemari

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal usul gultik. Foto hanyalah ilustrasi, bukan hidangan yang sebenarnya. Sumber: Pixabay/RitaE
zoom-in-whitePerbesar
Asal usul gultik. Foto hanyalah ilustrasi, bukan hidangan yang sebenarnya. Sumber: Pixabay/RitaE

Asal usul gultik sering bikin orang penasaran, apalagi kuliner ini sudah lama jadi bagian dari kehidupan malam di Jakarta. Gultik sering dicari banyak orang karena rasanya khas dan harganya terjangkau.

Bagi warga Jakarta, gultik bukan hal baru. Tapi masih banyak yang belum tahu bagaimana awalnya makanan ini bisa terkenal. Padahal, ada alasan sederhana kenapa gultik bisa punya nama unik dan jadi legendaris.

Asal Usul Gultik, dari Kreativitas Pedagang Kaki Lima

Asal usul gultik. Foto hanyalah ilustrasi, bukan hidangan yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/RitaE

Asal usul gultik tidak bisa dilepaskan dari kisah kuliner kaki lima di Jakarta yang berkembang sejak akhir tahun 1990-an. Gultik, atau gulai tikungan, mulai dikenal luas sekitar tahun 1997 di kawasan Blok M.

Dikutip dari buku Nomaden, arumkart, dkk., (2024: 35), nama ini muncul karena lokasi jualannya berada di tikungan atau perempatan Jalan Mahakam dan Jalan Bulungan, tepatnya di belakang Blok M Plaza. Mereka berjualan lengkap dengan gerobak pikul kayu, kursi plastik, dan meja kecil.

Gultik punya ciri khas yang membuatnya berbeda dari gulai pada umumnya, terutama dari segi cita rasa. Kuahnya encer dan ringan, mirip dengan gulai Solo, tapi bahan utamanya menggunakan potongan daging sapi yang empuk dan gurih. Rempah yang dipakai melimpah sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya dan wangi.

Gultik disajikan dalam satu piring bersama nasi putih, lalu bisa ditambah sate jeroan atau kerupuk sebagai pelengkap. Meski sederhana, rasanya kuat dan sering bikin orang ketagihan untuk datang lagi.

Popularitas gultik terus bertahan karena tradisi dan suasananya yang khas. Banyak orang mengenang momen nongkrong malam di tikungan jalan sambil menikmati gulai hangat ini.

Hingga kini, gultik tetap hadir sebagai kuliner malam legendaris yang murah meriah dan penuh cita rasa. Gultik selalu dicari, baik untuk mengobati rindu suasana lama maupun sekadar menikmati kehangatan sepiring gulai di tengah ramainya kota Jakarta.

Baca juga: 3 Kuliner Blok M dekat MRT yang Patut untuk Dicoba

Asal usul gultik menunjukkan kalau kuliner sederhana bisa jadi begitu istimewa dan melekat di hati banyak orang. Dari awalnya hanya gerobak kaki lima sampai kini dikenal luas, gultik tetap punya tempat tersendiri di hati warga Jakarta. (CR)