Asal-usul Istilah Seni Grafis dan Teknik-Teknik Pembuatannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak frasa dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa asing. Salah satu contoh adalah frasa seni grafis. Seni grafis berasal dari bahasa Yunani, yakni graphein yang artinya menggambar atau menulis.
Selain dari bahasa Yunani, kata grafis juga mempunyai makna dari bahasa Inggris. Grafis dalam bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang artinya dapat membuat lukisan atau lukisan dengan cara digores.
Seni Grafis Berasal dari Bahasa Yunani
Salah satu hal penting dalam mempelajari kata atau frasa adalah mengetahui asal-usul kata tersebut. Demikian pula saat mempelajari frasa “seni grafis”. Dua kata penyusun frasa seni grafis berasal dari bahasa yang berbeda.
Dikutip dari buku Melirik Tingkilan Kidung Kutai Kartanegara, Andriani (2023: 1), secara etimologis, kata seni berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti penyembahan, pelayanan, atau pemberian. Kata grafis memiliki asal yang berbeda dengan kata seni.
Dikutip dari buku Seni Rupa SMP, Salasi (2020: 66), grafis berasal dari bahasa Yunani, yakni graphein yang berarti menulis atau menggambar. Selain itu, istilah grafis juga berasal dari bahasa Inggris, yakni graph atau graphic.
Arti grafis dalam istilah bahasa Inggris adalah dapat membuat tulisan atau lukisan dengan cara ditoreh. Jadi, secara umum, seni grafis merupakan cabang seni lukis yang proses pembuatannya menggunakan teknik cetak.
Teknik-Teknik Pembuatan Seni Grafis
Seni grafis berdasarkan maknanya merupakan cabang seni yang proses pembuatannya menggunakan teknik cetak. Teknik cetak dalam pembuatan seni grafis bukan hanya satu, melainkan ada banyak.
Beberapa di antaranya adalah teknik cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring. Berikut penjelasan ringkasnya mengenai empat teknik pembuatan seni grafis.
1. Cetak Tinggi
Cetak tinggi merupakan teknik membuat seni grafis dengan menggunakan alat cetak. Teknik ini juga biasa disebut dengan teknik relief atau cungkil.
2. Cetak Dalam
Cetak dalam merupakan teknik membuat seni grafis dengan menggunakan permukaan bagian dalam dari plat cetak. Permukaan tersebut biasanya dilapisi dengan serbuk resin serta diberi larutan asam nitrat.
3. Cetak Datar
Cetak datar merupakan teknik membuat seni grafis dengan menggunakan alat cetak datar. Teknik ini memungkinkan untuk menghasilkan karya dengan tingkat presisi yang tinggi.
4. Cetak Saring
Cetak saring merupakan teknik membuat seni grafis dengan menggunakan layar dengan kerapatan tertentu. Teknik ini biasa digunakan untuk mencetak gambar atau tulisan di kaos, spanduk, dan sejenisnya.
Baca juga: Penjelasan Pembagian Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya
Kini, diketahui bahwa kata penyusun istilah seni grafis berasal dari bahasa yang berbeda. Kata seni berasal dari bahasa Sansekerta, sedangkan grafis berasal dari bahasa Yunani. (AA)
