Konten dari Pengguna

Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat Al Muthaffifin Ayat 1-17

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tafsir Surat Al Muthaffifin. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Tafsir Surat Al Muthaffifin. Sumber: unsplash.com

Surat Al Muthaffifin merupakan salah satu surat yang terdapat pada juz 30 atau Juz Amma. Hingga saat ini Surat Al Muthaffifin masih diperdebatkan oleh beberapa ulama mengenai statusnya, apakah termasuk ke dalam kelompok surat makiyyah atau madaniyyah. Meskipun begitu, kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk mengetahui dan memahami asbabun nuzul dan tafsir Surat Al Muthaffifin.

Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat Al Muthaffifin Ayat 1-17

Tafsir Surat Al Muthaffifin. Sumber: unsplash.com

Menurut buku Al-Quran Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya H. Aminudin dan Harjan Syuhada (2021), pada awal Surat Al Muthaffifin sudah disinggung oleh Allah SWT mengenai keburukan yang sering disepelekan oleh sebagian orang dan malah dianggap sebagai perkara yang ringan, yakni mengurangi timbangan dari yang seharusnya.

Meski terlihat ringan, namun bagi Allah SWT hal tersebut berkaitan dengan mengambil hak orang lain dan tentu saja hukumnya adalah haram. Secara umum, tafsir Surat Al Muthaffifin memang berkaitan dengan melanggar hak miliki orang lain dari sisi harta dengan melakukan kecurangan di dalam menimbang dengan cara menguranginya.

Oleh karena itulah, kita sebagai umat muslim tidak boleh menggampangkan dosa, khususnya yang berkaitan dengan hak orang lain. sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata sebagai berikut.

إِنْ لَقِيتَ اللَّهَ تَعَالَى بِسَبْعِينَ ذَنْبًا فِيمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ اللَّهِ تَعَالَى أَهْوَنُ عَلَيْكَ مِنْ أَنْ تَلْقَاهُ بِذَنْبٍ وَاحِدٍ فِيمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْعِبَادِ

Artinya, “Jika engkau bertemu Allah (meninggal dunia) dengan membawa 72 dosa antara engkau dan Allah masih lebih ringan bagimu, daripada engkau bertemu Allah dengan membawa satu dosa antara engkau dengan hamba-Nya.” (Tanbiihul Goofiliin bi Ahaadiit Sayyidil Anbiyaa’ wal Mursaliin, As-Samarqondi hal 380).

Dalam Surat Al Muthaffifin, Allah SWT berfiman sebagai berikut.

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

Artinya, “Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang).”

Maksud dari ayat tersebut adalah Allah SWT mencela orang-orang yang melakukan pengurangan timbangan dan takaran meskipun pengurangan tersebut hanyalah sedikit. Hal ini memang kerap kali dilakukan oleh para pedagang, namun Anda sebagai orang muslim wajib menghindarinya. (Anne)