Konten dari Pengguna

Aspek-Aspek dalam Pekerjaan Prestise yang Dipandang Tinggi Masyarakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pekerjaan prestise yang dipandang tinggi oleh masyarakat. Foto: unsplash.com/huntersrace
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pekerjaan prestise yang dipandang tinggi oleh masyarakat. Foto: unsplash.com/huntersrace

Apa yang bukan merupakan aspek pekerjaan prestise adalah? Pertanyaan tersebut cukup banyak ditanyakan para siswa. Sebagai yang diketahui, bekerja menjadi sebuah hal yang harus dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Bekerja sendiri terdiri dari banyak hal, misalnya saja pekerjaan prestise. Terdapat beberapa aspek sebuah pekerjaan dikatakan pestise. Lantas apa sajakah aspek pekerjaan prestise dan mana saja yang tidak termasuk di dalamnya?

Aspek-Aspek dalam Pekerjaan Prestise yang Dipandang Tinggi Masyarakat

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prestise merupakan wibawa yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang. Sehingga, pekerjaa prestise merupakan sesuatu yang didapatkan karena memiliki kemampuan maupun memiliki prestasi. Prestasi pekerjaan diperoleh dari hasil jerih payah seorang pekerja dari segi kualitas maupun kuantitas.

Menurut Kames M. Henslin dalam buku Sosiologi dengan Pendekatan Membumi (2007:211), pekerjaan-pekerjaan prestis setidaknya memiliki empat persamaan, yakni:

  • Memberikan penghasilan yang lebih tinggi

  • Menuntut pendidikan lebih tinggi

  • Melibatkan pemikiran lebih abstrak

  • Menawarkan otonomi lebih besar (kebebasan atau kemandirian)

Dari ciri-ciri di atas, dapat diambil kesimpulan juga bahwa pekerjaan yang memiliki prestise lebih rendah pekerjaan dengan gaji rendah, menuntut lebih sedikit persiapan atau pekerjaan, melibatkan lebih banyak kerja fisik, dan diawasi dengan ketat.

Singkatnya, pekerjaan-pekerjaan kerah putih ditempatkann di peringkat teratas, sedangkan pekerjaan kerah biru ditempatkan di awah.

Ilustrasi pekerjaan prestise. Foto: unsplash.com/martenbjork

Adapun aspek-aspek suatu pekerjaan adalah pekerjaan prestise di antaranya:

  • Kesetiaan karyawan terhadap tempat kerjanya dimana mereka akan membela tempat kerjanya di dalam maupun di luar.

  • Prestasi kerja karyawan yang dinilai secara kualitas ataupun kuantitas dalam melakukan pekerjaannya oleh seorang petinggi di sebuah perusahaan.

  • Kejujuran akan dinilai dari bagaimana tugas-tugas karyawan tersebut dilaksanakan.

  • Kedisiplinan karyawan akan dinilai berdasarkan sikapnya dalam mematuhi aturan-aturan yang berlakuk di tempat kerjanya.

  • Kreativitas karyawan yang dinilai dari segi mengembangkan ide dalam menyelesaikan pekerjaannya.

  • Kerja sama antar karyawan dinilai dari caranya bekerja dengan karyawan lain dan cara berbaur baik secara vertikal maupun horisontal.

  • Kepemimpinan.

  • Kepribadian yang dinilai dari segi sikap, perilaku dan lain-lain.

  • Kecakapan.

  • Tanggung jawab.

Sedangkan aspek-aspek yang tidak termasuk pekerjaan prestise di antaranya:

  • Kurangnya komunikasi

  • Ketidaktahuan

  • Pekerja instropeksi

  • Pekerja yang condong menggunakan fisik

Nah, sekarang sudah mengetahui jawaban dari aspek yang bukan merupakan pekerjaan perestis bukan? Sekarang, sudah tidak bingung lagi dalam menjawab pertanyaan tersebut bukan?(MZM)