Azab Orang Pelit menurut Hukum Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat pelit atau bakhil merupakan salah satu sifat yang perlu dihindari setiap manusia. Pasalnya, bagi siapapun yang memiliki sifat pelit, maka akan mendapatkan balasan atas perbuatannya. Untuk mengetahui apa azab orang pelit menurut hukum Islam, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Azab Orang Pelit Sesuai dengan Hukum Islam yang Berlaku
Dalam Islam, kia diajarkan untuk dapat berlaku dengan baik dan tidak merugikan dii dan orang lain. Salah satu contoh sifat yang dilarang untuk dimiliki bagi umat Islam adalah sifat pelit. Sifat pelit adalah sifat dimana seseorang tidak mau berbagi dengan orang-orang di sekitarnya.
Lebih lengkap, penjelasan mengenai sifat pelit dipaparkan dalam buku berjudul 21 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Jurus Ampuh Menjadi Pribadi Baru yang Disiplin, Cerdas Secara Emosional, dan Bijaksana dalam Segala Situasi yang ditulis oleh Nufi Wibisana (2020: 194).
Dikutip dari buku tersebut, bahwa dalam kehidupan sehari-hari tentu kita semua pernah menemui orang-orang yang memiliki sifat pelit. Sifat pelit dalam masyarakat kita dari dulu hingga sekarang selalu dipandang sebagai sifat yang buruk. Apalagi jika orang-orang pelit tersebut sebenarnya punya kemampuan lebih dari cukup untuk berbagi.
Lebih lanjut, dalam buku tersebut juga dipaparkan bahwa orang yang memiliki sifat pelit adalah mereka yang memiliki prinsip bahwa berbagi akan mengurangi apa yang mereka miliki atau bisa juga mereka berpegang teguh pada slogan hemat pangkal kaya. Padahal hemat dan pelit adalah dua sifat yang berbeda.
Jika sampai ada umat Muslim yang memiliki sifat pelit, maka dirinya terancam mendapatkan balasan atas perbuatan pelitnya. Allah akan memberikan kesempitan hati bagi orang yang yang pelit. Penjelasan mengenai azab orang pelit ini dipaparkan secara detail dalam hadis berikut ini:
مَثَلُ الْبَخِيلِ وَالْمُتَصَدِّقِ كَمَثَلِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا جُبَّتَانِ مِنْ حَدِيدٍ قَدْ اُضْطُرَّتْ أَيْدِيهمَا إلَى تَرَاقِيهِمَا . فَجَعَلَ الْمُتَصَدِّقُ كُلَّمَا هَمَّ بِصَدَقَةِ اتَّسَعَتْ وَانْبَسَطَتْ عَنْهُ حَتَّى تَغْشَى أَنَامِلَهُ . وَتَعْفُوَ أَثَرَهُ وَجَعَلَ الْبَخِيلُ كُلَّمَا هَمَّ بِصَدَقَةِ قلصت وَأَخَذَتْ كُلُّ حَلْقَةٍ بِمَكَانِهَا وَأَنَا رَأَيْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِإِصْبَعِهِ فِي جَيْبِهِ فَلَوْ رَأَيْتهَا يُوَسِّعُهَا فَلَا تَتَّسِعُ
Artinya: “Perumpamaan bakhil (orang yang pelit bershadaqah) dengan mutashoddiq (orang yang gemar bershadaqah) seperti dua orang yang masing-masing mengenakan baju jubah terbuat dari besi yang terpotong bagian lengannya hingga tulang selangka keduanya. Setiap kali mutashoddiq hendak bershadaqah maka bajunya akan melonggar dan akhirnya menutupi ujung kakinya dan bekas jalannya. Jika orang yang bakhil (pelit) ingin berinfak, baju besinya mengerut, dan setiap baju besi tetap di tempatnya (tidak melebar). (Abu Hurairah berkata), “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil meletakkan jari-jarinya di sakunya beliau berkata: Kalau engkau melihatnya (orang yang bakhil) melonggarkannya niscaya sakunya tetap tidak menjadi longgar“ (HR. Bukhari no. 2917 dan Muslim no. 1021)
Tenang saja, agar kita terhindar dari sifat pelit yang akan membahayakan kita di dunia dan akhirat, kita dapat mengamalkan bacaan doa sesuai dengan sunnah Rasulullah. Berikut ini adalah doa agar terhindar dari sifat pelit:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ ، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ ، وَأعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ
“Alloohumma inni a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min an urodda ila ardzalil ‘umur, wa a’udzu bika min fitnatid-dunyaa, wa a’udzu bika min fitnatil qobri” (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang paling hina–yaitu kepikunan–, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur).” (HR. Bukhari, no. 6365)
Itu dia pemaparan lengkap mengenai azab orang pelit sesuai dengan hukum Islam. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari sifat-sifat buruk yang dapat mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain. (DAP)
