Bacaan Al Bayyinah Latin, Arab, dan Terjemahannya Lengkap

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat seorang muslim belum mampu membaca tulisan Arab Alquran dengan benar, maka biasanya ia akan memanfaatkan bacaan latin guna memudahkannya dalam membaca serta menghapalkan surat-surat dalam Alquran tersebut. Cara yang sama juga berlaku untuk seorang muslim yang ingin menghapalkan surat Al Bayyinah, maka ia bisa juga belajar membaca dan menghafal lewat bacaan Al Bayyinah latin.
Menurut beberapa pendapat ulama, seorang muslim sebenarnya masih diperbolehkan untuk memanfaatkan bacaan Al Bayyinah latin sebagai media belajar guna memudahkannya dalam menghafalkan ayat-ayat suci Alquran. Sayangnya, beberapa ulama lain justru berpendapat bahwa bacaan latin dikhawatirkan dapat mengubah cara baca ataupun mengubah makna dari ayat tersebut. Maka dari itu, setiap umat Islam tetap diharapkan dapat terus belajar untuk membaca Quran dengan tulisan Arab agar sesuai dengan tajwid.
Bacaan Al Bayyinah Latin untuk Belajar Menghapal Surat Pendek
Berikut adalah bacaan surat pendek Al Bayyinah latin, Arab, dan terjemahannya yang dikutip dari laman resmi quran.kemenag.go.id (diakses pada 16/6/21) untuk memudahkan umat muslim dalam belajar mengahafal alquran:
لَمْ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah
(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
fīhā kutubung qayyimah
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ
innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ
innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ
jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya rabbah
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Pada dasarnya cara belajar hafalan lewat bacaan serupa Al Bayyinah latin diperbolehkan oleh sejumlah ulama, namun ada baiknya jika kita tetap berusaha sebaik mungkin untuk membaca tulisan arab Alquran secara langsung. Hal ini sendiri dilakukan agar bacaan surat yang kita lafalkan dapat sesuai dengan tajwid dan tidak mengubah makna ayat-ayatnya sedikitpun. Oleh karena itu, yuk ngaji alquran secara rutin agar umat muslim bisa semakin pandai dalam membaca serta menghafalkan surat-surat pendek! (HAI)
