Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Bacaan, Arti, dan Makna Surat Al-Fath Ayat 1-3
26 Oktober 2021 11:01 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Surat Al-Fath merupakan salah satu surat dalam Al-Quran, yang sering dibacakan pada saat sholat berjamaah. Dikutip dari buku Al-Quran Terjemah Depag Edisi PDF, Nafan Akhun (2019: 834) surat Al-Fath yang terdiri dari 29 ayat menerangkan tentang peristiwa yang berhubungan dengan Perdamaian Hudaibiyah dan janji Allah SWT akan kemenangan umat Islam.
ADVERTISEMENT
Bacaan Surat Al-Fath Ayat 1 – 3
Berikut adalah bacaan dan arti dari surat Al-Fath ayat 1-3 yang dikutip dari Al-Quran Online Kementerian Agama Republik Indonesia:
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā
Artinya: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ
liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni'matahụ 'alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā
Artinya: “Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,”
وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
wa yanṣurakallāhu naṣran 'azīzā
ADVERTISEMENT
Artinya: “dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).”
Makna Surat Al-Fath Ayat 1 – 3
Dalam surat Al-Fath ayat 1 – 3 dijelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya. Salah satu kemenangan yag diperoleh oleh umat Islam adalah dengan diadakannya perjanjian Hudaibiyyah. Perjanjian ini merupakan suatu kesepakatan yang melahirkan dampak sangat besar bagi umat Islam. Meskipun isi perjanjiannta tidak menguntungkan bagi para sahabat waktu itu.
Dalam Tarikh Daulatul Arabiyyah, Abdul Aziz Salim menyebutkan, selain perjanjian untuk mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun, salah satu perjanjian yang dianggap merugikan umat Islam ialah sebagai berikut:
"Siapa saja yang datang kepada Muhammad tanpa izin walinya maka harus dikembalikan. Dan siapa saja yang datang kepada pihak Quraisy dari golongan Muhammad maka tidak dikembalikan"
ADVERTISEMENT
Perjanjian ini sangat menyakiti perasaan para sahabat hingga sahabat Umar ra sempat memprotes secara halus tentang isi perjanjian ini. namun Rasulullah SAW tetap mengikuti perjanjian tersebut dan memerintahkan kepada seluruh rombongannya untuk kembali ke Madinah. Ia juga menginstruksikan untuk menunda ibadah umrah.
Demikian bacaan dan arti surat Al-Fath ayat 1 – 3. (WWN)