Konten dari Pengguna

Bacaan, Arti dan Tafsir Surat Yasin Ayat 40 untuk Dipahami Umat Muslim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tafsir surat Yasin ayat 40. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tafsir surat Yasin ayat 40. Sumber: Unsplash

Alquran merupakan kitab suci umat muslim yang didalamnya berisi aturan ataupun pedoman bagi manusia untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan ketetapan Allah SWT. Sebagai seorang muslim, maka kita wajib untuk senantiasa meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah ketetapan dari-Nya sesuai dengan tafsir surat Yasin Ayat 40.

Dikutip dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 709), Allah SWT berfirman dalam surat Yasin ayat 40 dengan lafadz berikut:

لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn

Artinya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yaasin: 40)

Berdasarkan bacaan tersebut, maka umat muslim haruslah menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini adalah ketetapan dari Allah SWT dimana setiap hal sudah memiliki posisinya masing-masing seperti halnya matahari yang muncul pada saat siang hari, bulan muncul pada malam hari, dan seterusnya begitu.

Ilustrasi tafsir surat Yasin ayat 40 tentang kehendak Allah SWT sebagai pengatur alam semesta. Sumber: Unsplash

Tafsir Surat Yasin Ayat 40 Tentang Ketetapan Allah SWT

Berdasarkan isi surat Yasin ayat 40 tadi, maka kita juga sebenarnya bisa menafsirkan bahwasanya Allah SWT adalah dzat yang maha mengetahui dan maha berkendak atas segala sesuatu yang ada di bumi. Oleh karena itu, apabila kita tengah mendapatkan ujian ataupun berkah, maka hal tersebut adalah bagian dari ketetapan Allah SWT yang harus manusia terima dengan lapang dada.

Apabila manusia diberi kemudahan dan keberkahan, maka hal tersebut adalah kehendak Allah SWT yang perlu disyukuri. Sedangkan jika manusia tengah diberi kesulitan atau ujian hidup dari Allah SWT, maka hal tersebut juga termasuk ketetapan-Nya yang perlu diterima dengan sabar.

Secara garis besar, tafsir surat Yasin ayat 40 pada dasarnya berkaitan erat dengan pernyataan bahwasanya segala sesuatu yang terjadi di kehidupan ini telah diatur sedemikian baiknya oleh Allah SWT, dimana setiap hal terjadi pada posisinya masing-masing di waktunya masing-masing sesuai dengan porsinya.

Oleh karena itu, sebagai umat yang beriman, kita wajib untuk senantiasa meyakini bahwa segala sesuatu telah diatur dan berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT sebagai dzat yang maha berkendak. (HAI)