Konten dari Pengguna

Bacaan Baptis dan Langkah-langkah Persiapannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pixabay.com - Bacaan Baptis
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.com - Bacaan Baptis

Umat Kristen mengenal ada beberapa metode yang digunakan dalam pembaptisan, tapi tetap hanya ada satu bacaan baptis yang baku untuk digunakan.

Bacaan baptis diucapkan saat prosesi pembaptisan berlangsung. Pembaptisan menurut apa yang tertera di Alkitab memang dilakukan dengan dibenamkan dalam banyak air, yang melambangkan mati karena dikuburkan (masuk dalam air) dan dibangkitkan setelah keluar dari air.

Bacaan Baptis dan Langkah-langkah Persiapannya

Bacaan baptis diutarakan oleh seorang pastor (romo) atau imam, dan bunyinya adalah:

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.

Bacaan baptis (baptizontes) harus berdasarkan Alkitab. Bacaan baptis dalam Alkitab sendiri harus "Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." yang merepresentasikan Keesaan Allah Tritunggal.

Bila diucapkan selain dari rumusan bacaan, misalnya "Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang adalah Yesus Kristus", maka baptisan yang dilakukan menjadi tidak sah karena tidak sesuai dengan apa yang tertera dalam Matius 28:19-20. Selain itu juga tidak sesuai dengan rumusan Allah Tritunggal. Seakan-akan Yesus Kristus memuat 3 pribadi, yakni Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bila baptisan dianggap tidak sah maka perlu dilakukan baptis ulang.

Di sisi lain, untuk kasus membaptis dalam "dalam nama Yesus" saja, khususnya Baptisan Petrus pada Kisah Para Rasul 2:38-39; 10:44-48; dan Paulus pada Kisah Para Rasul 19:1-8 sebenarnya bukan tidak mepresentasikan kehadiran Allah Tritunggal. Dalam konteks umum tersebut menunjukkan kehadiran Allah Tritunggal.

pexels.com - Bacaan baptis yang sesuai dengan Alkitab

Langkah-langkah Mempersiapkan Pembaptisan

Persiapkan tempatnya. Selain di kolam, pembaptisan boleh dilakukan di tempat lain, misalnya di laut, di danau, atau di sungai, tetapi pastikan air cukup tinggi sehingga calon baptis bisa ditenggelamkan ke dalam air.

Pastikan calon baptis mengenakan pakaian yang tepat. Berikan informasi kepada calon baptis agar ia tidak mengenakan baju tipis atau transparan dan jangan yang terlalu longgar agar tidak tersingkap saat ia masuk ke dalam air. Calon baptis juga sebaiknya mengenakan baju berwarna gelap yang agak ketat. Beberapa gereja bahkan menyediakan baju khusus untuk pembaptisan.

Pastikan Anda memberi tahu bahwa Anda akan menenggelamkan tubuhnya ke dalam air lalu mengangkatnya lagi. Mintalah ia bekerja sama saat Anda mengangkatnya dari dalam air. Ingatkan calon baptis bahwa dia tidak perlu merasa panik saat berada di dalam air.

Setelah Anda masuk ke dalam air, mintalah calon baptis mengikuti Anda. Biasanya, Anda berdiri menghadap calon baptis, sedangkan calon baptis berdiri menyamping. Usahakan agar dada Anda berada di samping bahunya. Pastikan Anda berdiri di samping calon baptis agar mampu menyangga tubuhnya sebaik mungkin.

Mintalah ia mengulangi janji baptis yang Anda ucapkan. Janji baptis bervariasi tergantung ajaran gereja dan keyakinan jemaat, tetapi pada umumnya terdiri dari beberapa kalimat. Ucapkan setiap kata perlahan-lahan dengan artikulasi yang jelas. Berbicaralah dengan nada suara yang tenang dan lembut agar selaras dengan kekhidmatan upacara yang sedang berlangsung.

Saat calon baptis sudah siap untuk mengucapkan janji baptis, mulailah pembaptisan dengan mengucapkan, "Aku percaya bahwa Yesus adalah Kristus". Berhentilah agar ia bisa mengulangi frasa yang Anda ucapkan. Lanjutkan dengan mengucapkan, "Putera Allah yang hidup" dan biarkan ia mengulangnya. Kemudian, "Aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatku"

Janji baptis terdiri dari berbagai versi, misalnya dengan mengajukan pertanyaan kepada calon baptis, alih-alih memintanya mengulangi frasa yang Anda ucapkan.

Setelah janji baptis diucapkan, berkati calon baptis sebelum Anda merebahkan tubuhnya ke dalam air dengan bacaan baptis seperti yang tertera di atas.

Selesai mengucapkan janji baptis, ingatkan calon baptis agar ia menutup lubang hidung supaya tidak kemasukan air saat ia ditenggelamkan. Jika ia tidak menutup hidung, mintalah ia menyilangkan kedua lengan di depan dada.

Rebahkan tubuhnya ke dalam air sampai seluruhnya berada di bawah permukaan air. Sesuai definisi, dibaptis berarti ditenggelamkan dalam air.

Di beberapa gereja, orang yang dibaptis ditenggelamkan 3 kali, masing-masing untuk Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Tata cara pembaptisan harus dilakukan sesuai aturan gereja.

Setelah prosesi penyelaman selesai, untuk menunjukkan kasih Yesus dan mengafirmasikan status barunya sebagai bagian dari keluarga Tuhan, peluklah atau jabatlah tangannya sebelum Anda berdua meninggalkan kolam.

Menurut buku Baptisan adalah Perintah, Pdt. Dr. Ir. Frangky Mewengkang, 2021, bacaan baptis dan langkah-langkah persiapan sebuah pembaptisan sama pentingnya, jadi sebelum membaptis, harap dipastikan bahwa calon baptis sudah berkonsultasi dengan pastor dan memahami makna pembaptisan.(DNR)