Bacaan dan Arti Surah Al Infitar Ayat 6 -19

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan Surat Al Infitar merupakan surat Makkiyah yang terdapat dalam juz amma Alquran. Sebagai bagian dari surat Makkiyah, maka surat satu ini juga terbilang memiliki jumlah rakaat yang sedikit, yakni terdiri dari 19 rakaat. Agar umat muslim bisa memahami isi kandungan surat ke-82 di Alquran tersebut, maka kita akan mengulas tentang bacaan dan arti surah Al Infitar ayat 6-19 melalui artikel berikut ini.
Bacaan dan Arti Surah Al Infitar Ayat 6-19
Mengutip dari muqaddimah dalam Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 1031), surat Al Infitar secara keseluruhan membahas tentang penggambaran peristiwa di hari kiamat kelak dimana langit akan terbelah, bintang berserakan, lautan meluap dan lain sebagainya. Disamping itu, surat pendek satu ini juga mengandung pokok pembahasan terkait kondisi manusia setelah berlangsungnya hari kiamat tersebut, apakah ia akan masuk ke dalam surga atau justru neraka.
Dalam bacaan dan arti surah Al Infitar ayat 6-19, umat manusia atau khususnya umat muslim diberi pengingat sekaligus peringatan bahwasanya kita tidak boleh mendurhakai Allah SWT selaku Tuhan yang Maha Menciptakan, serta tidak boleh pula meragukan kebenaran tentang hari kiamat sebab hari tersebut kelak akan tiba tanpa disangka-sangka.
Jika umat manusia tetap ragu dan tidak mengimani Allah SWT dan hari kiamat, maka kelak manusia tersebut akan berada dalam neraka, sebaliknya jika kita beriman atas Allah dan hari kiamat, maka kita akan di tempatkan di surga yang penuh kenikmatan.
Agar umat muslim bisa semakin memaknai dan mengimani firman Allah SWT tersebut, maka simaklah bacaan dan arti surah Al Infitar ayat 6-19 berikut ini:
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ
iżas-samā`unfaṭarat
Apabila langit terbelah,
وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ
wa iżal-kawākibuntaṡarat
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ
wa iżal-biḥāru fujjirat
dan apabila lautan dijadikan meluap,
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ
wa iżal-qubụru bu'ṡirat
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ
'alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat
(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ
yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ
allażī khalaqaka fa sawwāka fa 'adalak
yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ
fī ayyi ṣụratim mā syā`a rakkabak
dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ
kallā bal tukażżibụna bid-dīn
Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ
wa inna 'alaikum laḥāfiẓīn
Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),
كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ
kirāmang kātibīn
yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
ya'lamụna mā taf'alụn
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
innal-abrāra lafī na'īm
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ
wa innal-fujjāra lafī jaḥīm
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ
yaṣlaunahā yaumad-dīn
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ
wa mā hum 'an-hā bigā`ibīn
Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ
wa mā adrāka mā yaumud-dīn
Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ
ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ
yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh
(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
Dengan mengetahui bacaan dan arti surah Al Infitar ayat 6-19 tersebut, semoga umat muslim bisa semakin beriman kepada Allah SWT dan hari kiamat, agar digolongkan sebagai umat yang taat dan ditempatkan di surga-Nya kelak. (HAI)
