Konten dari Pengguna

Bacaan dan Arti Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba Alaikum dalam Alquran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikum, sumber gambar: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikum, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikum adalah salah satu penggalan ayat yang terdapat pada Al-Qur’an. Bacaan tersebut merupakan seruan dari Allah SWT yang ditujukan kepada orang-orang mukmin yang beriman.

Kalimat Bahasa Arab tersebut merupakan penggalan dari Surat Al-Baqarah ayat 183 yang terdapat di dalam Alquran. Bunyi lengkap dari ayat tersebut yaitu sebagai berikut:

Ya ayyuhallazina amanu kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba 'alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun.

Terjemahan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al Baqarah ayat 183).

Arti Kalimat Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba Alaikum

Ilustrasi Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikum, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Dari arti ayat di atas, dapat diketahui bahwa ayat tersebut mengandung perintah agar orang muslim melaksanakan puasa seperti orang-orang terdahulu. Puasa merupakan suatu hal yang wajib dilakukan, sehingga jika tidak melaksanakannya akan terkena dosa.

Mengutip buku Misi di Planet Biru oleh Sutrisnawati (2019), puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar untuk diet atau menjalani hidup sehat. Lebih dari itu, berpuasa merupakan perjalanan spiritual yang dilakukan atas dasar perintah Allah SWT.

Puasa dapat memurnikan hati dan menyucikan jiwa. Hal ini sekaligus dapat melatih keikhlasan, dan ketulusan dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Puasa juga bisa sebagai pengawasan diri dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal yang dimaksud dengan ‘orang-orang sebelum kalian’ dalam penggalan ayat tersebut yaitu para Nabi sejak masa Nabi Adam. Bahkan, sejak masa Nabi Adam pun para pendahulu telah melaksanakan puasa, sehingga kita diperintahkan untuk mengikuti jejaknya.

Menurut tafsir para ulama’, alasan diwajibkannya puasa yaitu agar orang yang berpuasa mencapai derajat ketaqwaan. Dapat diartikan bahwa orang yang berpuasa dapat memperoleh ketaqwaan melalui perantara puasanya.

Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikum merupakan suatu dalil dalam Alquran yang mampu menguatkan kita untuk melaksanakan perintah Allah SWT dalam berpuasa. Dengan senantiasa mengingat kalimat Bahasa Arab tersebut, diharapkan kita dapat lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa wajib ramadhan.

(DLA)