Bacaan dan Tafsir Surat Al Infithar ayat 1-6 untuk Mengingatkan Umat Muslim

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan Surat Al Infithar ayat 1-6 memiliki sederet hikmah mendalam sebagai pengingat umat Islam. Hikmah-hikmah dalam Surat Al Infithar ayat 1-6 dapat dijadikan pembelajaran hidup dalam beragama kepada Allah SWT. lantas bagaimana tafsir Surat Al Infithar ayat 1-6?
Bacaan dan Tafsir Surat Al Infithar Ayat 1-6
Surat yang menempati urutan ke-82 dalam Al-Quran turun di Makkah, sehingga termasuk katagori surat Makkiyah. Al Infithar yang memiliki arti terbelah bermakna terbelahnya bumi dalam proses terjadinya kiamat, yang dijelaskan lebih lanjut pada ayat 1-6.
Adapun bacaan Surat Al Infithar ayat 1-6 yakni,
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ (١)
وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ (٢)
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ (٣)
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ (٤)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ (٥)
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ (٦)
Artinya, “Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.”
Dari ayat di atas menjaskan tentang peringat kepada orang-orang yang berbuat durhaka kepada Allah. Lebih lengkapnya, dijelaskan tafsir dari Surat Al Infithar ayat 1-6 yang tertulis dalam buku berjudul Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 karya Dr. ‘Abdhullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2014: 415).
Ketika langit terbelah dan bintang-bintang saling berjatuhan. Allah meluapkan lautan yang mengakibatkan kuburan-kuburan berserakan dan meluapkannya ke daratan. Mengetahui hal yang teramat menakutkan membuat manusia yang telah melupakan yang telah mereka perbuat menjadi teringat kembali, terutama perbuatan yang terakhir kali dilakukan.
Dengan kedahsyatan bencana yang manusia lihat sebagai bentuk kebesaran Allah sebagai peringatan kepada manusia yang telah berbuat durhaka, padahal Allah sang Maha pemurah. Demikan ancaman untuk manusia yang berani berbuat durhaka kepada-Nya atas perbuatan yang tak sepantasnya dilakukan. Karena sesungguhnya manusia diciptakan untuk menyembah Allah.
Surat Al Infithar mengajarkan kita untuk senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya. Sebab azab dari Allah teramat pedih. Selain itu Allah yang Maha pemurah selalu menerima taubat manusia yang benar-benar merasa bersalah. Sesungguhya kehidupan di dunia hanyalah sementara. (MZM)
