Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Sesuai Syariat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anjuran membaca doa memandikan jenazah umat muslim. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anjuran membaca doa memandikan jenazah umat muslim. Sumber: Unsplash

Memandikan jenazah seorang muslim termasuk bagian dari ibadah pengurusan mayit yang memiliki hukum fardhu kifayah. Dalam proses memandikan mayit tersebut, maka terdapat beberapa tata cara yang perlu dipenuhi oleh umat muslim yang bertugas memandikannya, Misalnya saja orang tersebut perlu membaca doa memandikan jenazah, bersikap lembut saat memandikannya, serta memenuhi aturan lain sesuai ajaran syariat.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengurus jenazah termasuk memandikannya adalah ibadah fardhu yang dapat diwakili oleh umat muslim lain (fardhu kifayah). Meskipun demikian, namun ada baiknya jika proses memandikan jenazah tersebut dilakukan oleh anggota keluarga terdekat dari si mayyit. Dikutip dari Fiqh Islam, Sulaiman Rasjid (2019: 166), proses memandikan jenazah pada dasarnya tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, itu sebabnya lebih baik jika proses tersebut dilakukan oleh anggota keluarga terdekat di mayyit. Namun jika anggota keluarga si mayyit tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang tata cara memandikan jenazat sesuai syariat, maka mereka boleh menunjuk umat muslim lain yang amanah dan memahami proses memandikan jenazah secara syariat.

Bacaan Doa Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Secara syariat, jenazah perempuan hanya boleh dimandikan oleh perempuan, namun bisa juga dimandikan oleh laki-laki dengan syarat laki-laki tersebut adalah suaminya ataupun mahramnya seperti ayah, anak laki-laki dan kakak/adiknya. Begitu pula saat memandikan jenazah laki-laki, maka hanya bisa dilakukan oleh laki-laki, namun perempuan yang berstatus istri dan anak-anaknya juga diperkenankan untuk ikut serta dalam memandikan jenazah tersebut.

Ilustrasi anjuran membaca doa memandikan jenazah umat muslim. Sumber: Kumparan

Memandikan jenazah pada dasarnya bagian dari ibadah yang bertujuan untuk menghilangkan seluruh hadast dari tubuh si mayyit sebelum di wudhukan kemudian dikafani. Oleh karena itu, proses tersebut sebaiknya diawali dengan membaca niat terlebih dulu agar prosesnya diridhoi dan diberkahi oleh Allah SWT. Adapun bacaan doa memandikan jenazah yang bisa dipanjatkan ialah sebagai berikut:

Doa Memandikan Jenazah Laki-Laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzal mayyiti lillahi ta'aalaa.

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenunhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala”

Doa Memandikan Jenazah Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzihil mayyitati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta'ala”

Demikianlah bacaan doa memandikan jenazah laki-laki dan perempuan yang bisa dipanjatkan oleh umat muslim guna memenuhi kewajibannya atas mayyit tersebut sebelum dikebumikan. Semoga informasi tersebut bermanfaat! (HAI)