Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Nabi Musa Menghadapi Firaun yang Zalim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Setelah Sholat Wajib. Sumber Hans-Pixabaycom
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Setelah Sholat Wajib. Sumber Hans-Pixabaycom

Bacaan Doa Nabi Musa menghadapi Firaun yang jahat (zalim) berikut ini dapat kita amalkan sehari-hari untuk menghindari kejahatan sesama manusia. Mari kita simak bacaan-bacaan doa yang dilansir dari Doa Harian yang dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh (57 – 60).

Doa Nabi Musa Menghadapi Firaun

Doa yang dibaca oleh Nabi Musa as, dapat kita baca di dalam Alquran. Berikut adalah bacaan-bacaan yang pernah dilafalkan oleh Nabi Musa.

Doa Nabi Musa dalam Surat Taha ayat 25 – 35.

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ - ٢٥

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,

وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ - ٢٦

dan mudahkanlah untukku urusanku,

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ - ٢٧

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ - ٢٨

agar mereka mengerti perkataanku,

وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ ۙ - ٢٩

dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

هٰرُوْنَ اَخِى ۙ - ٣٠

(yaitu) Harun, saudaraku,

اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ ۙ - ٣١

teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,

وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ ۙ - ٣٢

dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,

كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا ۙ - ٣٣

agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,

وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا ۗ - ٣٤

dan banyak mengingat-Mu,

اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا - ٣٥

sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”

Doa Nabi Musa Sebagai Permohonan Taubat kepada Allah SWT tercantum dalam Alquran Surat Al A’raf ayat 143.

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ - ١٤٣

Artinya: “Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Allah) berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman”.

Doa Nabi Musa ketika memohon keselamatan dari kejahatan suatu kaum tercantum dalam Surat Al Ma’idah ayat 25.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ - ٢٥

Artinya: “Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”.

Semoga Allah SWT menerima taubat kita dan melindungi kita dari kezaliman dunia. Aamiin. Teruslah saling mengingatkan dalam kebaikan, ya! (AA)