Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Qunut Subuh Sendiri, Amalan Sunnah yang Sering Diabaikan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 6 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa qunut subuh. Foto: Dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa qunut subuh. Foto: Dok. Pixabay

Membaca doa qunut subuh dianjurkan bagi umat Muslim. Doa qunut adalah doa yang dibaca saat memasuki rakaat kedua sholat subuh, tepatnya setelah itidal dan sebelum sujud.

Sholat Subuh sendiri punya keutamaan luar biasa, yaitu bisa membuka pintu rahmat dari Allah SWT. Apalagi jika ditambah dengan doa qunut subuh.

Meski tidak wajib, umat Islam dianjurkan untuk tetap membacanya karena ini merupakan sunnah Rasul. Siapa saja yang mencontoh keteladanan Rasulullah akan diganjar pahala yang setimpal.

Berikut adalah bacaan doa qunut subuh lengkap beserta terjemahan dan tata caranya:

Bacaan Doa Qunut Subuh

Mengangkat kedua tangan saat doa. Sumber: Freepik.com

Secara bahasa, qunut memiliki banyak arti. Mengutip buku Kupas Tuntas Qunut Subuh oleh Galih Maulana (2018), artinya yaitu berdiri, tunduk, taat. Pendapat yang populer adalah qunut itu artinya doa.

Sedangkan menurut istilah, para ulama mengatakan qunut nama untuk doa dalam sholat pada saat tertentu ketika berdiri.

Adapun bacaan doa qunut subuh yang sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ

مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahhummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait.

Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.

Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wasallam.

Artinya:

Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada merek, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau, dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Tata Cara Qunut

Ilustrasi membaca doa qunut subuh sendiri Foto: iStock

Mengutip buku Kupas Tuntas Qunut Subuh yang ditulis oleh Galih Maulana, Lc (2018), terdapat beberapa tata cara dalam membaca doa qunut, antara lain adalah:

1. Mengangkat Kedua Tangan

Umat Muslim dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan ketika membaca doa qunut. Ini selaras dengan pendapat Imam Nawawi yang berbunyi:

Apakah dianjurkan mengangkat kedua tangan ketika qunut? Ada dua pendapat yang masyhur (di kalangan ulama syafi’iyyah); pertama tidak dianjurkan, kedua dianjurkan, yang kedua ini yang shahih menurut ulama-ulama syafi’iyyah."

2. Tidak Disunnahkan Mengusap Wajah

Ketika sudah selesai membaca doa qunut, maka imam, makmum, atau munfarid dapat bersujud. Mengusap wajah dengan kedua wajah tidak dianjurkan. Masalah ini sempat dibahas oleh Imam Nawawi di kalangan syafi'yyah:

Yang shahih adalah dianjurkan mengangkat kedua tangan tanpa mengusap wajah.”

3. Membalikkan Tangan

Beberapa imam membaca redaksi dalam doa qunut dengan telapak tangan yang dibalik. Di mana telapak tangan yang menghadap ke atas diputar balik, sehingga punggung tangan menghadap ke atas.

Maksud dari hal ini bisa dilihat dalam pernyataan Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari:

Para ulama mengatakan: sunah hukumnya menghadapkan punggung telapak tangan ke langit dalam setiap do’a tolak bala, dan menghadapkan telapak tangan ke langit dalam setiap do’a yang berisi permohonan, itu karena Nabi ketika shalat istisqa menghadapkan punggung tangannya ke langit menurut riwayat dari imam Muslim, maka qiyaskanlah pada istisqo yang semakna dengannya.”

Dengan kata lain, membalikkan tangan ketika berdoa dilakukan ketika menolak bala. Saat memohon atau meminta sesuatu, posisi tangan yang benar adalah mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Perbedaan Tata Cara Doa Qunut antara Dua Mazhab

Ilustrasi orang berdoa qunut. Foto: Shutterstock

Terkait pelaksanaan doa qunut, ulama mazhab Syafi’i dan Maliki memiliki perbedaan pendapat. Menurut mazhab Syafi’i, doa ini dilakukan setelah i’tidal dari ruku’ sebelum sujud raka’at kedua.

Imam Nawawi berkata, “Melakukan qunut subuh setelah mengangkat kepala untuk i’tidal dari ruku’ pada raka’at kedua hukumnya sunnah menurut kami tanpa adanya khilaf”.

Sedangkan dalam pandangan mazhab Maliki, qunut lebih afdhal dilakukan sebelum ruku’ meskipun jika dilakukan setelah ruku’ juga tidak apa-apa. Ini dijelaskan dalam kitab Hasyiah ad-Dasuqi ‘ala as-Syarh alKabir.

Dan disunnahkan membaca doa qunut secara sirr (pelan) pada sholat Subuh saja, dan disunnahkan melakukannya sebelum ruku”.

Pengertian Doa Qunut Subuh

Ilustrasi membaca doa subuh Foto: iStock

Mengutip buku Kupas Tuntas Qunut Subuh yang ditulis oleh Galih Maulana, Lc (2018), Qunut dalam bahasa Arab mengandung banyak arti, di antaranya berdiri, tunduk, taat, diam, dan doa.

Pengertian qunut sebagai doa dapat dilihat dalam pernyataan imam Nawawi, yang berbunyi:

Qunut memiliki banyak arti dalam bahasa arab, di antaranya adalah do’a, baik doa untuk kebaikan atau do’a untuk keburukan."

Di sisi lain, para ulama mendefinisikan qunut sebagai nama untuk doa dan shalat ketika berdiri. Sebagaimana pernyataan berikut:

Menurut ulama ahli syari’at qunut adalah nama untuk do’a dalam shalat pada saat tertentu ketika berdiri.”

Doa qunut terbagi menjadi tiga kondisi, salah satunya adalah qunut subuh. Mengutip Majalah Cahaya Narawiy: Menuju Ridho Ilahi oleh Tim Cahaya Nabawiy, doa qunut subuh adalah doa dalam rangkaian sholat subuh yang bertujuan untuk memohon hidayah kepada Allah.

Sebagaimana dikatakan dalam surat Al-Araaf ayat 178, Allah SWT mengingatkan:

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi."

Tentang Keistimewaan Sholat Subuh

Sholat subuh merupakan ibadah yang wajib dikerjakan oleh kaum Muslimin. Ibadah sholat subuh mampu membuka pintu rahmat dari Allah SWT. Ini sesuai dengan doa Rasulullah SAW yang terangkum dalam hadist riwayat Tirmidzi berikut:

"Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh." (HR> Tirmidzi)

Sholat yang terdiri dari dua rakaat ini juga disaksikan oleh malaikat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Isra’ berikut ini:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya:

"Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78).

Hukum Membaca Doa Qunut saat Sholat Subuh

Ilustrasi membaca doa qunut subuh Foto: Pinterest/Wattpad

Membaca doa qunut saat sholat Subuh sering dilakukan di Indonesia karena mayoritas umat Muslim Tanah Air bermazhab Syafi’i.

Menurut pendapat ulama Syafi’i, hukum membaca doa qunut subuh saat menegakkan sholat subuh adalah sunnah ab’adl. Artinya, jika tidak dilakukan maka tidak akan membatalkan sholat.

Qunut shalat shubuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. Ia mengatakan, itu hadits shahih,” (Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59).

Namun, bagi mereka yang lalai untuk melafalkannya ketika menegakkan sholat subuh, maka dianjurkan untuk menggantikannya dengan sujud sahwi.

Apabila meninggalkan selain keduanya (rukun dan syarat) maka sah (shalatnya) tetapi dia tidak memperoleh fadhilah, baik dia tinggalkan sengaja atau karena lupa,

tetapi apabila yang ditinggal sunah ab’adh maka dia sujud sahwi, apabila bukan sunah ab’adh maka tidak usah sujud sahwi.

Mengutip buku Koreksi Mazhabmu oleh Yoli Hemdi (2017), Imam Al-Nawawi berkata,

"Menurut mazhab kami (mazhab Syafi'i), disunnahkan qunut pada sholat Subuh baik karena ada musibah atau tidak. Ini merupakan pendapat kebanyakan Salaf dan generasi setelah mereka. Di antaranya, Abu Bakar al-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib".

Di sisi lain, mazhab Maliki menilai membaca qunut subuh adalah amalan yang disenangi dan merupakan suatu keutamaan. Berbeda dengan mazhab Syafi’i, menurut Imam Malik orang yang lupa qunut saat sholat Subuh tidak perlu sujud Sahwi.

Terdapat sejumlah hadits yang mendukung kesunnahan qunut saat mendirikan sholat Subuh. Yang menyatakan dengan jelas adalah Al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi dan al-Hakim Abu Abdillah, begitu juga al-Baihaqi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dari beberapa jalur dengan sanad-sanad yang sahih.

Dari Awam bin Hamzah, dia berkata: "Saya bertanya kepada Abu Utsman tentang qunut Subuh, dia menjawab: qunut Subuh itu setelah ruku'. Aku bertanya lagi: Dari mana kamu tau itu? Dari Abu Bakar, Umar dan Ali. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihagi, dia berkata: Hadits ini sanadnya hasan”.

Mengutip situs NU Online, imam yang melaksanakan doa qunut subuh secara berjamaah dianjurkan mengeraskan suara dan makmun mengamininya. Mereka juga disarankan mengangkat tangan seperti doa pada umumnya.

Dalil yang Mendukung Doa Qunut Subuh

Ilustrasi Doa Qunut Subuh Foto: Dok. Kumparan

Sebagian pihak menyebutkan bahwa doa qunut subuh tidak disyariatkan. Kendati demikian, ada juga beberapa ulama yang meyakini bahwa doa ini adalah sunah dan disyariatkan.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa hadis berikut:

  • "Imam Nawawi dalam al-Majmu menyampaikan: Dan ulama kami berhujjah dengan hadits Anas : bahwasannya Nabi melakukan qunut selama satu bulan, mendoakan kejelekan kepada mereka kemudian meninggalkan (do’a) tersebut.

  • Adapun qunut subuh maka beliau tetap melakukannya sampai wafat. Hadits shahih, diriwayatkan oleh sekelompok huffadz, mereka semua menshahihkannya."

  • Pendapat yang shahih dan masyhur yang ditetapkan para mayoritas ulama adalah: "Jika kaum muslimin tertimpa musibah seperti ketakutan, kelaparan atau paceklik, wabah, hama belalang dan lain sebagainya, maka mereka membaca qunut pada seluruh shalat fardhu. Jika tidak, maka mereka tidak melaksanakan." (Al-Majmu' syarh Muhaddzab 3/494)

  • Dari Awam bin Hamzah, dia berkata: “saya bertanya kepada Abu Utsman tentang qunut subuh, dia menjawab: qunut subuh itu setelah ruku’. Aku bertanya lagi: dari mana kamu tau itu? Dari Abu Bakar, Umar dan Ali. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi, dia berkata: hadits ini sanadnya hasan."

  • Dari al-Barro: “sesungguhnya Rasulullah selalu melakukan qunut di Subuh dan Maghrib”. (HR. Muslim)

  • Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik RA. Beliau berkata: “Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika Shalat Subuh sehingga beliau wafat.” (Musnad Ahmad bin Hanbal, juz III, hal. 162 [12679], Sunan al-Daraquthni, juz II, hal. 39).

Berdasarkan hadis-hadis ini, doa qunut subuh dapat disimpulkan dengan penjelasan berikut:

  • Rasulullah pernah melakukan pernah mengerjakan qunut subuh.

  • Khulafa ar-Rasyidun melaksanakan qunut subuh sepeninggal Rasulullah.

  • Qunut subuh merupakan mazhab jumhur ulama.

  • Dalil yang dikemukakan pihak kontra qunut subuh tidak dapat menumbangkan dalil pihak pro qunut subuh.

  • Rasulullah melakukan doa qunut subuh hingga wafatnya.

Keutamaan Doa Qunut Subuh

Ilustrasi doa qunut subuh Foto: pixabay

Mengutip Skripsi Kehujjahan Hadis-hadis Tentang Qunut Shubuh tulisan Khairuddin (2017), doa qunut subuh memiliki sejumlah manfaat, di antaranya:

1. Memberikan Petunjuk

Doa qunut memuat kalimat Allahummahdini fii man hadait yang artinya permintaan petunjuk kepada Allah SWT. Umat Muslim yang membaca doa ini secara rutin ketika sholat subuh niscaya akan diberikan petunjuk dari Allah SWT. Misalnya, ilmu pengetahuan.

2. Memberi Berkah

Umat Muslim yang menaikkan doa ini ketika sholat subuh akan mendapat kebaikan dari Allah SWT berupa berkah.

3. Mencegah Keburukan dari Takdir

Takdir bisa dibedakan menjadi dua hal, yaitu ketetapan Allah dan sesuatu yang Allah tetapkan. Ketetapan Allah sifatnya selalu baik, sedangkan sesuatu yang ditakdirkan dapat berupa hal baik atau buruk.

Dengan memanjatkan doa ini, umat dapat mencegah keburukan yang sudah ditakdirkan sebelumnya.

4. Mencegah Penyakit dan Bahaya

Memanjatkan doa qunut subuh dapat membantu umat Muslim agar terhindari dari berbagai penyakit, baik penyakit hati atau tubuh. Itu karena doa ini memuat perlindungan dari Allah SWT.

Di sisi lain, doa ini juga menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberi keselamatan dan pertolongan kepada hamba yang memintanya, baik keselamatan dunia ataupun akhirat.

Ini karena Allah SWT selalu menyertai dan melindungi umat-Nya dari bahaya dan cobaan. Ketika umat meminta perlindungan, maka Allah akan memberi perlindungan.

5. Dijadikan Wali

Mereka yang beriman, bertakwa, dan terus menaikkan doa qunut subuh akan menjadi wali Allah SWT. Selain beriman, mereka juga harus memperlihatkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini selaras dengan pernyataan berikut:

"Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (QS. Yunus: 62-63).

(RYFA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan doa qunut subuh?

chevron-down

Doa qunut subuh adalah doa yang dibaca ketika sholat subuh, tepatnya ketika memasuki rakaat kedua, setelah itidal dan sebelum sujud.

Apa hukum doa qunut subuh?

chevron-down

Doa qunut subuh hukumnya adalah sunnah ab’adl. Artinya, jika doa ini tidak dilakukan maka tidak akan membatalkan sholat.

Apa saja manfaat doa qunut subuh?

chevron-down

Doa qunut subuh memiliki beberapa manfaat, yakni memberi petunjuk, menghindari penyakit, dan lainnya.

Apa sah sholat subuh tanpa qunut?

chevron-down

Sholat Subuh tanpa qunut tetap sah, tetapi menurut mazhab Syafi’i dianjurkan untuk menggantikannya dengan sujud sahwi.

Doa Qunut Subuh dibaca kapan?

chevron-down

Doa ini dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir, saat posisi berdiri dalam gerakan i’tidal.