Bacaan Doa Setelah Sholat Fajar Lengkap dengan Artinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, setiap muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sunnah agar ibadah wajib yang dikerjakan menjadi lebih sempurna. Salah satunya adalah dengan membaca doa setelah sholat fajar. Bacaan doa ini memiliki banyak sekali keutamaan yang akan dirasakan bagi setiap muslim yang melaksanakannya. Oleh karena itu, tidak heran jika Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya agar senantiasa membaca doa ini.
Bacaan Doa Setelah Sholat Fajar Lengkap dengan Artinya
Berikut adalah bacaan doa setelah sholat fajar lengkap dengan artinya yang dikutip dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih (2016:117).
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لآ إلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya hayyu ya qoyyum laa ilaaha illa anta (40 kali)
Artinya, “Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada tuhan selain Engkau.”
Kemudian dilanjurkan dengan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, surat Al-Falaq sebanyak 1 kali, dan surat An-Nas sebanyak 1 kali. Jika sudah, maka ditutup dengan bacaan dzikir berikut ini.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim astaghfirulloh
Artinya, “Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan pada Allah.”
Bacaan dzikir tersebut memiliki manfaat yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam HR. Muslim yang berbunyi sebagai berikut.
وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya, “Barang siapa membaca Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”
Terkait dengan keutamaan bacaan doa setelah sholat fajar, Aisyah r.a berkata:
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْر
Artinya, "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu sholat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat sholat sunnah subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)
(Anne)
