Bacaan Doa Tarawih Pendek Lengkap Sesuai Sunnah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa sholat tarawih pendek merupakan bacaan doa yang perlu diamalkan setelah menunaikan sholat tersebut. Sebagai umat Muslim yang menunaikan puasa Ramadhan, sudah selayaknya Anda mengamalkan berbagai doa sunnah yang hanya bisa dilakukan di bulan mulia ini, termasuk membaca doa setelah tarawih.
Salat tarawih itu sendiri tergolong sebagai sholat malam yang hukumnya sunnah jika dikerjakan. Sholat ini dilaksanakan setelah sholat isya. Di Indonesia, umat Muslim juga menambahkan doa dan dzikir khusus setelah sholat tarawih dan witir berjamaah.
Bacaan Doa Tarawih Pendek
Bagaimana bunyi bacaan doa setelah tarawih? Mengutip buku Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan (2015), inilah bacaan doa yang sebaiknya diamalkan.
1. Tasbih
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Subhānal malikil quddūs.
Artinya: “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).
2. Pujian kesucian
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh
Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).
3. Pujian atas keluasan ampunan (3 kali)
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī.
Artinya: “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”
4. Pujian atas kemurahan dan kasih-sayang Allah
يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.
Artinya: “Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”
5. Permohonan ampunan dan keselamatan
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك
Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.
Artinya: “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Itulah bacaan doa tarawih yang sebaiknya diamalkan di bulan Ramadhan. Dengan begitu, diharapkan dapat memperoleh pahala yang semakin besar.
(DLA)
