Bacaan Niat dan Jenis-jenis Puasa Sunah Bulan Muharram

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa sunah bulan Muharram dianjurkan untuk dilakukan oleh seluruh umat Muslim oleh Rasulullah SAW. Bukannya tanpa alasan, Muharram adalah salah satu bulan yang istimewa dalam penanggalan Hijriyah.
Dilansir dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah, Nur Solikhin, ada empat jenis puasa sunah bulan Muharram yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Dari beberapa jenis puasa sunah tersebut, pastinya memiliki bacaan niat puasa yang berbeda antara satu sama lain.
Jenis-jenis Puasa Sunah Bulan Muharram Beserta Bacaan Niatnya
Berikut beberapa jenis puasa sunah bulan Muharram yang bisa dilaksanakan oleh umat Muslim:
1. Puasa Tasu'a
Puasa Tasu'a diambil dari kata Tis'a yang artinya sembilan. Hal ini dikarenakan puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilaksanakan sama seperti puasa sunah lainnya.
Bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."
2. Puasa Asyura
Puasa asyura dianjurkan untuk dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Karena hari ke-10 Muharram dianggap sebagai hari yang mulia. Puasa Asyura memiliki manfaat untuk dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu apabila dikerjakan dengan ikhlas niat karena Allah SWT.
Bacaan niatnya: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."
3. Puasa Ayyamul Bidh
Ayyamul bidh diambil dari kata Yauma yang berarti hari dan Bidh yang berarti putih. Puasa Ayyamul Bidh sering juga disebut dengan puasa putih. Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunah bulan Muharram yang nilai amalannya sama dengan melaksanakan puasa sepanjang tahun.
Bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta'ala."
4. Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin dan Kamis hanya dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis saja. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu memasukkan puasa Senin dan Kamis dalam puasa sunah yang disepakati para ulama. Walau sebenarnya dapat dilakukan di bulan apa saja, puasa Senin dan Kamis ini dianggap akan lebih mendatangkan keberkahan bila dilaksanakan pada saat bulan yang penuh kemuliaan seperti bulan Muharram.
Bacaan niatnya:
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Taala."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Taala."
Tata cara pelaksanaan jenis-jenis puasa sunah bulan Muharram ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan puasa Ramadhan. Hanya saja yang menjadi pembeda adalah bacaan niat puasa sunahnya. (DNR)
