Konten dari Pengguna

Bacaan Niat Puasa Haji dan Arti serta Keutamaan Melaksanakannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat puasa haji. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Niat puasa haji. Sumber: unsplash.com

Memasuki bulan Dzulhijjah dalam kalender hijriah, mayoritas umat muslim biasanya akan melaksanakan ibadah puasa haji sebagaimana yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Apalagi ada banyak sekali keutamaan melaksanakan ibadah puasa haji bagi setiap muslim yang menjalankannya. Nah, bagi Anda yang sedang mencari bacaan niat puasa haji dan arti serta keutamaannya, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Bacaan Niat Puasa Haji dan Artinya

Mengutip dari buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Puasa, Zakat, dan Haji karya Syamsul Rijal Hamid (2022:8), berikut ini adalah bacaan niat puasa haji dan artinya yang wajib dihafalkan oleh umat muslim.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’I syahri dzilhijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa haji. Sumber: unsplash.com

Keutamaan Melaksanakan Puasa Haji

Adapun berbagai keutamaan melaksanakan puasa haji yang perlu diketahui umat muslim adalah sebagai berikut.

1. Dilipatgandakan Pahala Puasanya

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam HR. At-Tirmidzi yang berbunyi sebagai berikut.

"Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar”

2. Penghapusan Dosa

Melaksanakan puasa pada 9 Dzulhijjah dapat menghapus dosa selama dua tahun sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam HR. Muslim yang artinya, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Puasa asyura akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

3. Terbebas dari Api Neraka

Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut.

"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?'" (HR Muslim).

Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda. (Anne)