Bacaan Niat Sholat Ba’diyah Jumat dan Hukumnya dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat Jumat adalah sholat yang wajib dikerjakan oleh setiap laki-laki yang sudah baligh setiap hari Jumat. Nah, di antara waktu pelaksaan sholat Jumat, setiap muslim laki-laki juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah, yaitu sholat ba’diyah Jumat sebagai pengganti sholat rawatib sesudah melaksanakan sholat dhuhur.
Bagaimana bacaan niat sholat ba’diyah Jumat dan hukumnya dalam ajaran Islam?
Rasulullah SAW bersabda dalam HR. Bukhari yang berbunyi sebagai berikut.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ، وَبَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ، وَبَعْدَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ، وَبَعْدَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ، وَكَانَ لاَ يُصَلِّي بَعْدَ الجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ
Artinya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dan dua rakaat sesudah ‘isya. Dan beliau tidak mengerjakan shalat setelah shalat Jum’at hingga beliau pulang, lalu shalat dua rakaat.”
Bacaan Niat Sholat Ba’diyah Jumat dan Hukumnya dalam Ajaran Islam
Berikut adalah bacaan niat sholat ba’diyah Jumat yang perlu dihafalkan oleh setiap muslim laki-laki dikutip dari buku Sunah-Sunah Kecil Berpahala Besar karya Muhammad Safrodin (2014:114).
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal jumu’ati rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa
Artinya,
“Aku menyengaja sembahyang sunnah ba’diyyah Jumat dua rakaat karena Allah SWT.”
Seperti yang udah disebutkan sebelumnya, sholat ba’diyah Jumat merupakan sholat sunnah sebagai pengganti sholat rawatib. Jadi, sudah jelas bahwa hukum pelaksanannya adalah sunnah. Akan tetapi, akan mendatangkan pahala yang besar bagi setiap muslim yang melaksanakannya.
Hal ini juga dijelaskan oleh Imam Al Nawawi dalam kitab Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab yang berbunyi.
فَرْعٌ فِيْ سُنَّةِ الجُمْعَةِ بَعْدَهَا وَقَبْلَهَا. تُسَنُّ قَبْلَهَا وَبَعْدَهَا صَلاَةٌ وَأَقَلُّهَا رَكْعَتَانِ قَبْلَهَا وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا. وَالأَكْمَلُ أَرْبَعٌ قَبْلَهَا وَأَرْبَعٌ بَعْدَهَا
Artinya, “Disunnahkan sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat Jumat. Paling sedikit dua rakaat sebelum dan sesudah sholat Jumat. Namun yang paling sempurna adalah sholat sunnah empat rakaat sebelum dan sesudah sholat Jumat.”
(Anne)
