Bacaan Sholat Dhuha Sebagai Pembuka Pintu Rezeki

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam tentu kita mengenal berbagai macam ibadah sunnah yang dijadikan sebagai amalan tambahan yang dapat kita lakukan sewaktu-waktu. Salah satu macam ibadah sunnah yang dapat dilakukan adalah sholat dhuha. Dalam menjalankan ibadah sholat dhuha, tentu kita perlu memahami bagaimana bacaan sholat dhuha dan juga tata cara serta anjuran mengamalkannya.
Bacaan Sholat Dhuha dan Anjuran Mengamalkannya
Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat disenangi oleh Rasulullah. Maka tak heran, semasa hidupnya Rasulullah sangat sering mengamalkan sholat dhuha. Sholat dhuha memiliki perbedaan khusus dalam mengamalkannya. Dalam buku karya Adnan Tarsyah berjudul Dahsyatnya Tahajud, Subuh, & Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi (2016:85) dijelaskan bahwa sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada pagi hari.
Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa waktu sholat dhuha dimulai setelah terbit matahari sampai menjelang waktu dzuhur. Namun sholat dhuha lebih utama dilaksanakan pada pagi hari saat matahari sedang naik, yaitu sekitar pukul 9 pagi. Sholat dhuha juga dikenal sebagai salah satu amalan pembuka pintu rezeki karena bacaan sholat dhuha berisi permohonan rezeki dan kemudahan hidup. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis qudsi berikut ini:
Allah berfirman: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (sholat dhuha) karena niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya." (HR. Hakim dan Tabhrani)
Untuk dapat mengamalkan sholat dhuha dengan maksimal, Anda perlu membaca bacaan sholat dhuha yang dibaca seusai melaksanakan sholat dhuha. Berikut ini adalah bacaan sholat dhuha lengkap dengan latin dan artinya:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَآءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِيْ مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh".
Penjelasan mengenai bacaan sholat dhuha yang menjadi jalan pembuka rezeki dan juga waktu anjuran mengamalkannya dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam mengamalkan sholat dhuha sebagai ibadah sunnah tambahan. (DA)
