Konten dari Pengguna

Bacaan Sholat Jenazah Beserta Tata Caranya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyolati jenazah. Sumber: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyolati jenazah. Sumber: Kumparan

Bacaan sholat jenazah tentunya memiliki banyak perbedaan jika dibandingkan dengan sholat biasa. Pasalnya dalam tata cara sholat jenazah, umat muslim hanya akan menyolati jenazah dalam posisi berdiri saja dan tidak disertai dengan gerakan sholat pada umumnya, seperti ruku ataupun sujud dan lain-lain.

Dalam sholat jenazah sendiri, umat muslim akan mengerjakan rangkaian sholat sebanyak 4 takbir dalam posisi berdiri menghadap kiblat yang didepannya terdapat mayyit itu sendiri, dan bukan lagi dikerjakan dengan 4 rakaat (sholat biasa).

Adapun persamaan antara bacaan sholat jenazah dengan sholat biasa ialah terletak dari beberapa rukun sholat secara umum, yakni membaca takbiratul ihram, membaca Al Fatihah dan membaca salam. Sedangkan bacaan niat sholat dan bacaan sholat jenazah lainnya akan berbeda, sebab dalam sholat jenazah umat muslim akan membaca sholawat setelah takbir kedua, serta membacakan doa untuk jenazah setelah takbir ketiga dan keempat.

Bacaan Sholat Jenazah Beserta Tata Cara Sholatnya

Berikut tata cara sholat jenazah lengkap dengan bacaan sholat jenazah yang dikutip lewat Kumpulan Risalah Bimbingan Sholat Lengkap (Muhajir dan Abdul Gani Asykur) (1989: 92) sebagai panduan atau bahan belajar umat muslim:

Membaca Niat Sholat Jenazah

“Ushallii ‘alaa haadzal (mayyiti/mayyitati) arba’a takbiraatin fardhal kifayatin (makmuuman/imaaman) lillahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat sholat atas mayyit ini empat takbir, fardhu kifayat dengan makmum/iman”

Jika umat muslim menyolati jenazah laki-laki, maka pada niat sholatnya menyebutkan kata mayyiti, sedangkan jika menyolati jenazah perempuan maka kita bisa menggantinya dengan mayyitati

Membaca Takbiratul Ihram

Membaca takbiratul ihram adalah bagian dari takbir pertama. Selanjutnya jamaah sholat diwajibkan membaca surat Al Fatihah.

Membaca Takbir Kedua

Setelah membaca takbir kedua, jamaah sholat membacakan sholawat atas Nabi Muhammad dengan bacaan berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid. Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid

Yang artinya: Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Membaca Takbir Ketiga

Setelah membaca takbir ketiga, dilanjutkan dengan membaca doa untuk jeazah dengan bacaan berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar

Yang artinya: Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.

Bacaan doa di atas sendiri dapat dibacakan untuk jenazah laki-laki, sedangkan jika yang disholati adalah jenazah perempuan, maka kita bisa menggati kata Hu menjadi Ha

Membaca Takbir Keempat

Setelah membaca takbir keempat, jamaah sholat kembali membacakan doa untuk jenazah dengan doa beriut ini:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

Yang artinya: Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.

Saat menyolati jenazah perempuan, umat muslim dapat mengganti kata Hu menjadi Ha dalam bacaan doa di atas.

Membaca Salam

Setelah selesai menjalankan rangkaian sholat, maka selanjutnya ditutup dengan membaca salam sebanyak dua kali seperti dalam sholat biasanya.

Itulah tata cara sholat jenazah beserta bacaan sholat jenazah yang perlu dipahami umat muslim dalam pelaksanaan menyolati mayyit. Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat. (HAI)