Konten dari Pengguna

Bacaan Sholawat Subhanal Malikil Quddus dan Artinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan sholawat subhanal malikil quddus, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan sholawat subhanal malikil quddus, sumber foto: https://unsplash.com/

Bacaan sholawat subhanal malikil quddus merupakan salah satu rangkaian dzikir setelah sholat witir. Yang dimaksud dengan rangkaian dzikir setelah sholat witir adalah beberapa bacaan kalimat thayyibah baik berupa tasbih, taqdis, syahadat, maupun istigfar yang dibaca setelah melakukan sholat witir termasuk juga bacaan sholawat subhanal malikil quddus.

Bacaan Sholawat Subhanal Malikil Quddus

Ilustrasi bacaan sholawat subhanal malikil quddus, sumber foto: https://unsplash.com/

Dikutip dari buku Tuntunan Praktis Ibadah Sholat, M. Chozin Machmud (42) berikut adalah urutan dzikir setelah sholat witir lengkap yang dikerjakan secara berjamaah di masjid atau musholla.

Subhaanal malikil qudduus

Artinya: “Maha Suci Allah. Maha Raja”

Subbuuhun qudduusur robbunaa wa robbul-malaa-‘ikati warruuh

Artinya: “Maha Suci lagi Maha qudus Tuhan kami, Tuhan seluruh Malaikat dan Ruh”

Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar

Artinya:“Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan allah Mahabesar”

Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘aziim.

Artinya: “Dan tiada daya (untuk menghindar dari kemkasiatan), dan tiada kekuatan (untuk mengejakan ibadah) kecualai dengan pertolongan Allah Yang Maha tinggi lagi Maha besar.”

Sholat witir sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan sebagai penutup dari sholat malam, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis dari Abu Daud berikut ini :

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ الْأَبَّارُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ زَادَ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ مَا تَقُولُ فَقَالَ لَيْسَ لَكَ وَلَا لِأَصْحَابِكَ

Artinya: “Shalat witirlah kalian karena Allah adalah Dzat yg Maha Tunggal dan menyukai sesuatu yg ganjil. Telah berkata kepada Kami Utsman bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada Kami Abu Hafsh Al Abbar dari Al A'masy dari 'Amr bin Murrah dari Abu Ubaidah dari Abdullah dari Nabi Shalla Allahu 'alaihi wa sallam dgn makna yg sama namun ia menambahkan; kemudian terdapat seorang badui berkata; apa yg kamu katakan? Dia menjawab; bukan urusanmu dan bukan urusan para sahabatmu.” (HR: Abu Daud)

Rutinkanlah membaca sholawat subhanal malikil quddus dan artinya, terutama setelah sholat witir. (WWN)