Konten dari Pengguna

Bacaan Sholawat Subhanal Malikil Quddus untuk Diamalkan Setelah Sholat Witir

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca sholawat subhanal malikil quddus setelah sholat witir. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca sholawat subhanal malikil quddus setelah sholat witir. Sumber: Unsplash

Sholawat subhanal malikil quddus merupakan salah satu lafadz wirid atau dzikir yang biasanya diamalkan umat muslim setelah menjalankan ibadah sholat witir. Dalam syariat Islam, menjalankan sholat witir merupakan anjuran bagi umat muslim sebagai bagian dari ibadah sunnah. Agar amalan pahala ibadahnya semakin sempurna, maka dianjurkan pula bagi umat muslim untuk membaca wirid atau dzikir setelah selesai sholat.

Membaca wirid atau dzikir pada dasarnya termasuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada umat muslim sebagaimana isi firman-Nya dalam surat Al Ahzab ayat 41 dan 42 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

Ilustrasi membaca sholawat subhanal malikil quddus setelah sholat witir. Sumber: Unsplash

Bacaan Sholawat Subhanal Malikil Quddus Sebagai Wirid Setelah Sholat Witir

Memanjatkan dzikir dan wirid pada dasarnya dapat dilakukan oleh umat muslim kapan saja dan dimana saja, termasuk saat selesai mengerjakan sholat witir. Untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT agar mendapatkan pahala dan keberkahan, maka umat muslim dapat memanjatkan sholawat subhanal malikil quddus setelah sholat witir dengan lafadz berikut sebagaimana dikutip dari buku Kumpulan Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, Muhajid dan Abdul Gani Asykur (1989: 86):

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhanal malikil quddus (3x)

Artinya, “Maha suci Tuhan yang Maha merajai lahi maha suci dari berbagai kekurangan,” (HR. Abu Daud no. 1430).

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

Artinya, “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,”

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ. أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Asyhadu an lā ilāha illallāh. Astaghfirullāh. Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.” Aku memohon ampunan Allah. aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī.

Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

Setelah selesai memanjatkan sholawat subhanal malikil quddus atau wirid tersebut, maka umat muslim juga bisa menutup rangkaian ibadah tersebut dengan memanjatkan doa setelah sholat witir guna memohon kebaikan dan rahmat dari Allah SWT. (HAI)