Konten dari Pengguna

Bacaan Surah Abasa 1-42, Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan surah Abasa, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan surah Abasa, sumber foto: https://unsplash.com/

Surat Abasa merupakan salah satu surat dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekkah. Surat Abasa diturunkan setelah surat An-Najm. Surat Abasa juga disebut dengan surat ash-Shahubah. Nama Abasa diambil dari ayat pertama pada surat ini. Abasa artinya adalah bermuka masa. Bagi yang belum mengetahui bacaan surah Abasa, berikut adalah bacaan surat Abasa 1-42 Arab, latin, dan artinya lengkap.

Bacaan Surat Abasa 1 - 42 Arab dan Latin

Ilustrasi bacaan surah Abasa, sumber foto: https://unsplash.com/

Berikut adalah bacaan surah Abasa yang dikutip dari buku Juz ‘Amma: Dilengkapi Latin, Terjemahan, dan Tajwid, Tim Redaksi Qultummedia (2018: 15)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ

'abasa wa tawallā

Artinya: “Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, ”

اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ

an jā`ahul-a'mā

Artinya: “karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum). ”

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ

wa mā yudrīka la'allahụ yazzakkā

Artinya: “Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), ”

اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ

au yażżakkaru fa tanfa'ahuż-żikrā

Artinya: “atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya? ”

اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ

ammā manistagnā

Artinya: “Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy), ”

فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ

fa anta lahụ taṣaddā

Artinya: “maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya, ”

وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ

wa mā 'alaika allā yazzakkā

Artinya: “padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman). ”

وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ

wa ammā man jā`aka yas'ā

Artinya: “Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), ”

وَهُوَ يَخْشٰىۙ

wa huwa yakhsyā

Artinya: “sedang dia takut (kepada Allah), ”

فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ

fa anta 'an-hu talahhā

Artinya: “engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. ”

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ

kallā innahā tażkirah

Artinya: “Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan, ”

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ

fa man syā`a żakarah

Artinya: “maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya, ”

فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ

fī ṣuḥufim mukarramah

Artinya: “di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah), ”

مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ

marfụ'atim muṭahharah

Artinya: “yang ditinggikan (dan) disucikan, ”

بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ

bi`aidī safarah

Artinya: “di tangan para utusan (malaikat), ”

كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ

kirāmim bararah

Artinya: “yang mulia lagi berbakti. ”

قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ

qutilal-insānu mā akfarah

Artinya: “Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia! ”

مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ

min ayyi syai`in khalaqah

Artinya: “Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya? ”

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ

min nuṭfah, khalaqahụ fa qaddarah

Artinya: “Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya. ”

ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ

ṡummas-sabīla yassarah

Artinya: “Kemudian jalannya Dia mudahkan, ”

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ

ṡumma amātahụ fa aqbarah

Artinya: “kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,v

ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ

ṡumma iżā syā`a ansyarah

Artinya: “kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. ”

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ

kallā lammā yaqḍi mā amarah

Artinya: “Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya. ”

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ

falyanẓuril-insānu ilā ṭa'āmih

Artinya: “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. ”

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ

annā ṣababnal-mā`a ṣabbā

Artinya: “Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit), ”

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ

ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā

Artinya: “kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, ”

فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ

fa ambatnā fīhā ḥabbā

Artinya: “lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, ”

وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ

wa 'inabaw wa qaḍbā

Artinya: “dan anggur dan sayur-sayuran, ”

وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ

wa zaitụnaw wa nakhlā

Artinya: “dan zaitun dan pohon kurma, ”

وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا

wa ḥadā`iqa gulbā

Artinya: “dan kebun-kebun (yang) rindang, ”

وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا

wa fākihataw wa abbā

Artinya: “dan buah-buahan serta rerumputan. ”

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

matā'al lakum wa li`an'āmikum

Artinya: “ (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. ”

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ

fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah

Artinya: “Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), ”

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ

yauma yafirrul-mar`u min akhīh

Artinya: “pada hari itu manusia lari dari saudaranya, ”

وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ

wa ummihī wa abīh

Artinya: “dan dari ibu dan bapaknya, ”

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ

wa ṣāḥibatihī wa banīh

Artinya: “dan dari istri dan anak-anaknya. ”

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ

likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh

Artinya: “Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ”

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ

wujụhuy yauma`iżim musfirah

Artinya: “Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, ”

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ۚ

ḍāḥikatum mustabsyirah

Artinya: “tertawa dan gembira ria, ”

وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ

wa wujụhuy yauma`iżin 'alaihā gabarah

Artinya: “dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), ”

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۗ

tarhaquhā qatarah

Artinya: “tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). ”

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ

ulā`ika humul-kafaratul-fajarah

Artinya: “Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.”

Itulah surah Abasa ayat 1 – 42 lengkap dengan artinya, yang bisa diamalkan saat umat muslim membaca Alquran. (WWN)