Bacaan Surah Attahiyatul Awal dan Akhir dalam Sholat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi amalan yang pertama kali ditimbang kelak di akhirat. Setiap harinya, umat Islam setidaknya menjalankan sholat sebanyak 5 kali, yakni subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya.
Dalam menjalankan ibadah sholat, umat Islam perlu memahami gerakan dan bacaan sholat. Salah satu bacaan sholat yang tidak boleh dilewatkan adalah Surah Attahiyatul. Sebagaimana yang dijelaskan olah Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, maka ucapkanlah “at tahiyatu lillah …” (HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402).
Dengan demikian apabila umat Islam dalam menjalankan sholat melupakan atau tidak membacakan Surah Attahiyatul, maka sholatnya tidak sah.
Bacaan Surah Attahiyatul Awal dan Akhir
Surah Attahiyatul dalam sholat terdiri dari dua, yakni Surah Attahiyatul awal dan akhir. Surah Attahiyatul awal dibacakan pada dua rakaat awal sholat. Sedangkan Surah Attahiyatul akhir dibacakan ketika pada rakaat ketiga atau keempat sholat. Pada sholat subuh yang hanya terdiri dari dua rakaat, maka Surat Attahiyat yang dibacakan adalah Surah Attahiyat akhir.
Adapun bacaan Surah Attahiyat awal dan akhir yang dikutip dari buku Tafsir Shalat karya Ammi Nur Baits (2021).
Surah Attahiyatul Awal
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh
Artinya, “Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.” (HR. Bukhari no. 1202 dan Muslim no. 402)
Surah Attahiyatul Akhir
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid
Artinya, “Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 406)
Demikian penjelasan tentang Surah Attahiyatul awal dan akhir yang dapat digunakan sebagai bacaan sholat sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (MZM)
