Bacaan Surat Al-Bayyinah Latin, Arab, dan Terjemahannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al-Bayyinah merupakan salah satu surat di dalam Alquran yang diturunkan di kota Mekkah. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk memahami kalam Allah tersebut dengan membaca surat Al-Bayyinah latin dan terjemahannya.
Dalam buku Anwarul Qur’an Tafsir, Terjemah, Inggris, Arab, Latin 098 Al-Bayyinah oleh Basyarat Ahmad (2-17: 399) dijelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang paling kuat dan diberikan kepada Rasulullah SAW. Adapun salah satu wahyu tersebut terwujud dalam Al-Bayyinah yang artinya Bukti yang Terang.
Surat pendek tersebut dinamakan Al-Bayyinah karena sebagai tanda bahwa wahyu Allah (Al-Qur’an) memuat ajaran-ajaran yang murni. Al-Bayyinah mungkin tidak diturunkan pada zaman awal Mekkah. Akan tetapi, sudah jelas bahwa surat ini tergolong sebagai surat Makkiyyah.
Bacaan Surat Al-Bayyinah Latin dan Terjemahannya
Berikut ini bacaan surat Al-Bayyinah latin lengkap dengan terjemahannya:
Lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina mungfakkiina hattaa ta’tiyahumul bayyinah (1)
Orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak akan melepas (agama mereka) hingga datang kepada mereka bukti yang nyata,
Rosuulum minalloohi yatluu suhufam muthohharoh (2)
(yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran suci (Al-Qur’an).
Fiiha kutubung qoyyimah (3)
Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).
Wamaa tafarroqol ladziina uutul kitaaba illaa mim ba’dimaa jaa-athumul bayyinah (4)
Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang ahli kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
Wamaa umiruu illaa liya’budullooha mukhlishiina lahud diina khulafaa-a wayuqiimus sholaata wayu’tuz zakaata wadzaalika diinul qoyyimah (5)
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas mengikuti-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar menunaikan shalat dan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
Innal ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khoolidiina fiiha ulaa-ika hum syarrul bariyyah (6)
Sungguh, orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk,
Innal ladziina aamanuu wa’amilush shoolihaati ulaa-ika hum khoirul bariyyah (7)
Sungguh, orang-orang yang beriman dan melakukan kebajikan, mereka adalah sebaik-baik makhluk.
Jazaa-uhum ‘inda robbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihal anhaaru khoolidiina fiiha abadaa rodhiyalloohu ‘anhum warodhuu ‘anhu dzaalika liman khosyiya robbah (8)
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka_pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
(DLA)
