Konten dari Pengguna

Bacaan Surat Al Bayyinah Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Al Quran. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al Quran. Sumber: unsplash.com

Surat Al Bayyinah adalah surat urutan ke-98 dalam Alquran dan termasuk golongan surat Al Makkiyah karena surat ini diturunkan di Makkah. Adapun arti dari Al Bayyinah sendiri adalah ajaran yang benar.

Ilustrasi surat Al Bayyinah. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat Al Bayyinah. Sumber: unsplash.com

Bacaan Surat Al Bayyinah: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan surat Al Bayyinah lengkap dengan artinya yang dikutip dari Anwarul Qur’an, Tafsir, Terjemahan, Inggris, Arab, Latin: 098 Al-Bayyinah karya Dr. Basharat Ahmad (2017).

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ - ١

Lam yakunillaziina kafaru min ahlil kitaabi wal musyrikiina munfakkiina hattaa ta’tiyahumul bayyinah

Artinya, “Orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan agama mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.”

رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ - ٢

Rasulum minallaahi yatlu suhufam mutahharah

Artinya, “(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Quran).”

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ - ٣

Fiihaa kutubung qayyimah

Artinya, “Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).”

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ - ٤

Wa maa tafarraqallaziina utul-kitaaba illaa mim ba’di maa jaa’at-humul bayyinah

Artinya, “Dan tidaklah terpecah-pecah orang ahli kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.”

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ - ٥

Wa maa umiruu illaa liya’budullaaha mukhlisiina lahud-diina hunafaa’a qa yuqiimus-salaata wa yu’tuz-zakaata wa zaalika diinul qayyimah

Artinya, “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ - ٦

Innallaziina kafaru min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaa, ulaa’ika hum syarrul-bariyyah

Artinya, “Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahatnya makhluk.”

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ - ٧

Innallaziina aamanu wa’amilus-saalihaati ulaa’ika hum khairul-bariyyah

Artinya, “Sungguh, orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ - ٨

Jazaa’uhum ‘inda rabbihim jannaatu ‘adnin tajrii min tahtihal’an-haaru khaalidiina fiihaa abadaa, radiyallaahu ‘an-hum wa radu’an-h, zaalika liman khasyiya rabbah

Artinya, “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

(Anne)