Konten dari Pengguna

Bacaan Surat Al Fajr Ayat 1-30 Arab, Latin dan Terjemahannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Surat Al Fajr Ayat 1-30 Arab    Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Surat Al Fajr Ayat 1-30 Arab Foto:Unsplash

Al Fajr merupakan surat ke-89 dan juz 30 dalam Al-Quran. Surat Al Fajr termasuk dalam golongan ayat Makkiyah yang turun di kota Mekkah setelah surat Al Lail. Inilah bacaan surat Al Fajr ayat 1-30 Arab, tulisan latin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Surat Al Fajr memiliki arti Fajar yang diambil dari ayat pertama. Hal tersebut dijelaskan dalam buku Tafsir Juz Amma yang ditulis oleh Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi (2019:699). Diambil dari buku tersebut, perhatian Al-Quran Al-Karim terhadap zaman atau waktu terlihat dengan adanya sumpah dengan waktu fajar dalam surat Al Fajr.

Bacaan Surat Al Fajr Ayat 1-30 Arab

Bacaan Surat Al Fajr Ayat 1-30 Arab Foto:Unsplash

Bacaan surat Al Fajr ayat 1-30 Arab, tulisan latin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

وَٱلْفَجْرِ

wal-fajr

"Demi fajar",

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

wa layālin 'asyr

"dan malam yang sepuluh",

وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ

wasy-syaf'i wal-watr

"dan yang genap dan yang ganjil",

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَسْرِ

wal-laili iżā yasr

"dan malam bila berlalu".

هَلْ فِى ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِى حِجْرٍ

hal fī żālika qasamul liżī ḥijr

"Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal".

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād

"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?"

إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

irama żātil-'imād

"(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi",

الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād

"yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain".

وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

wa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād

"dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah",

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

wa fir'auna żil-autād

"dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak",

الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ

allażīna ṭagau fil-bilād

"yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri",

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ

fa akṡarụ fīhal-fasād

"lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,"

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ

fa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażāb

"karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,"

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ

inna rabbaka labil-mirṣād

"sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi."

فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ

fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na"amahụ fa yaqụlu rabbī akraman

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku"

16. وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ

wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara 'alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānan

"Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".

كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيم

kallā bal lā tukrimụnal-yatīm

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim",

وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

wa lā tahāḍḍụna 'alā ṭa'āmil-miskīn

"dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin",

وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا

wa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammā

"dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),"

وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا

wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā

"dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan."

21. كَلَّآ إِذَا دُكَّتِ ٱلْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā

"Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,"

وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā

"dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris"

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ

wa jī`a yauma`iżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā

"Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya."

يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى

yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī

"Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٌ

fa yauma`iżil lā yu'ażżibu 'ażābahū aḥad

"Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya."

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٌ

wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad

"dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya."

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah

"Hai jiwa yang tenang."

ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah

"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya."

فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى

fadkhulī fī 'ibādī

"Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,"

وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

wadkhulī jannatī

"masuklah ke dalam surga-Ku".

Demikian bacaan surat Al Fajr ayat 1-30 Arab, tulisan latin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Semoga kita termasuk dalam umat yang dimudahkan untuk membaca dan mempelajari Al-Quran setiap harinya.(DK)