Konten dari Pengguna

Bacaan Surat Al Infithar Ayat 1-6 Lengkap dengan Terjemahan dan Tafsirnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Infithar ayat 1-6. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Surat Al Infithar ayat 1-6. Sumber: unsplash.com

Surat Al Infithar ayat 1-6 mempunyai banyak sekali hikmah mendalam mengenai Islam yang bisa menjadi pembelajaran bagi setiap umat muslim. Secara umum, enam ayat dari surat ini berisi tentang hal-hal yang bisa menjadi pembelajaran hidup dalam beragama kepada Allah SWT.

Surat yang berada pada urutan ke-82 dalam Al-Quran dan turun di kota Makkah sehingga masuk ke dalam kategori surat Makkiyah. Kata Al Infithar mempunyai arti terbelah, maksudnya adalah terbelahnya bumi dalam proses terjadinya kiamat.

Bacaan Surat Al Infithar Ayat 1-6 Lengkap dengan Terjemahan dan Tafsirnya

Surat Al Infithar ayat 1-6. Sumber: unsplash.com

Berikut adalah bacaan surat Al Infithar ayat 1-6 lengkap dengan terjamahan dan tafsirnya yang dikutip dari buku Sekelumit Kandungan Isi Al-Qur’an karya Ahmad Hamid (2015:25).

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ (١)

Artinya, "Apabila langit terbelah,"

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ (٢)

Artinya, "dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,"

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ (٣)

Artinya, "dan apabila lautan menjadikan meluap,"

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ (٤)

Artinya, "dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,"

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ (٥)

Artinya, "maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya."

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ (٦)

Artinya, "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah."

Adapun tafsir dari Surat Al Infithar ayat 1-6 adalah ketika langit terbelah dan bintang-bintang berjatuhan, Allah SWT meluapkan lautan yang mengakibatkan kuburan-kuburan berserakan dan meluapkannya ke daratan. Dengan kedahsyatan bencana yang manusia lihat sebagai bentuk kebesaran Allah SWT sebagai peringatan kepada manusia yang sudah berbuat durhaka, padahal Allah sang Maha Pemurah. Itulah ancaman untuk manusia yang berani berbuat durhaka kepada-Nya atas perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan. Hal ini karena pada dasarnya manusia memang diciptakan untuk menyembah kepada Allah SWT.

Melalui Surat Al Infithar, kita diajarkan untuk senantaisa melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan tidak menyekutukannya. Sebab azab yang diberikan oleh Allah SWT akan sangat pedih. Jadi, selama kita masih diberi kesempatan untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya, maka lakukan dengan penuh keikhlasan. (Anne)