Bacaan Surat An Naml Ayat 30 dan 31 Beserta Isi Kandungannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran merupakan kitab suci umat muslim yang berperan sebagai pedoman hidup umat manusia. Oleh karena itu kandungan isi ayat-ayat alquran senantiasa menjadi sumber ilmu yang berisi pengingat ataupun peringatan bagi umat manusia yang dapat diambil nilai-nilai teladannya. Oleh karena itu dalam surat An Naml ayat 30 dan 31 juga terkandung banyak pembelajaran hidup yang dapat diteladani umat muslim.
Mengutip dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 596-597), kandungan surat An Naml ayat 30 dan 31 pada dasarnya menerangkan tentang kisah Nabi Sulaiman as yang mengirimi surat kepada Ratu Balqis agar ia dan penduduk kerajaannya berserah diri kepada Allah SWT.
Sebelum mengulas tentang kandungan isi dalam ayat alquran tersebut, maka ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dulu bacaan surat An Naml ayat 30 dan 31 beserta terjemahannya berikut ini:
30. إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Arab latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
31. أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ
Arab latin: Allā ta'lụ 'alayya wa`tụnī muslimīn
Artinya: "Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Bacaan dan Kandungan Isi Surat An Naml Ayat 30 dan 31
Setelah mengetahui bacaan dan terjemahan surat An Naml ayat 30 dan 31 tadi, maka kita bisa mengetahui bahwasanya ayat tersebut mengisahkan tentang momen di mana Nabi Sulaiman mengirimi Ratu Balqis dari Negeri Saba sebuah surat yang isinya berupa tulisan basmallah atau Bismillahirahmanirahim (dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kemudian dijelaskan pula bahwa maksud surat yang dikirimkan oleh Nabi Sulaiman as tersebut ialah berisi pengingat agar ratu Balqis tidak berlaku sombong seperti halnya yang dilakukan oleh para penguasa lainnya.
Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 karangan Dr. ‘Abdhullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2004: 211), surat yang dikirimkan oleh Nabi Sulaiman as kepada Ratu Balqis tersebut pada dasarnya bertujuan sebagai bahan perundingan atau musyawarah. Namun secara tidak langsung surat tersebut juga menyiratkan perintah kepada Ratu Balqis untuk tidak bersikap sombong atas kekuasaan yang ia miliki.
Berdasarkan surat An Naml ayat 30 dan 31 tersebut, maka umat muslim dapat mengambil pembelajaran bahwasanya kita harus menghilangkan sifat sombong dalam diri, sebab apa yang kita miliki saat ini adalah semata-mata karunia yang dititipkan oleh Allah SWT. (HAI)
