Bacaan, Terjemahan, dan Keistimewaan Ayat Seribu Dinar

Konten dari Pengguna
17 Maret 2021 8:56
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bacaan, Terjemahan, dan Keistimewaan Ayat Seribu Dinar (53069)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keistimewaan Ayat Seribu Dinar. Sumber: Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Ayat seribu dinar adalah bacaan yang terdapat pada akhir ayat kedua dan seluruh ayat ketiga surat Ath-Thalaq. Mengapa disebut demikian? Karena ayat ini memiliki keutamaan, khususnya sebagai pembuka pintu rezeki dan ketakwaan. Meski begitu, jangan sampai salah pengamalan, misalnya mengerjakan sesuatu ibadah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Salah-salah, bukannya menambah ketakwaan, malah dosa yang didapat. Simak lebih lanjut mengenai bacaan dan keutamaan ayat seribu dinar berikut ini!
ADVERTISEMENT

Bacaan Ayat Seribu Dinar

Wa may yattaqillaaha yaj'al lah makhrojan, wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wa may yatawakkal'alallaahi fahuwa hasbuhuu,Innallaaha baalighu amrihii, qad ja'alallaahu likulli syai ing qadran.

Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan segala keperluan. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap sesuatu”. (Ath-Thalaq: 2-3)
Secara umum ayat seribu dinar berisi mengenai keutamaan takwa, serta kapasitas Allah SWT sebagai penentu rezeki, kecukupan, dan pertolongan atas hamba-Nya.

Keutamaan Ayat Seribu Dinar

Setidak-tidaknya ada lima keutamaan ayat seribu dinar, yaitu:
ADVERTISEMENT
1. Mengajarkan pentingnya takwa kepada Allah SWT
Menurut al-Razy (2000:20), takwa senada dengan khassyah, atau rasa takut. Seperti tertera dalam firman Allah,

Yaaa ayyuhan naasut taquu Rabbakum.

Artinya: "Wahai manusia takutlah kepada Tuhanmu.” (An-Nisa: 1)
Sementara Ali bin Abi Thalib (dalam Al-Shalaby, 2005: 396), memaknai takwa sebagai usaha untuk tidak mengulang dan terperdaya akan perbuatan maksiat, serta merasa puas melakukan ketaatan. Dapat disimpulkan arti takwa adalah menjalankan perintah Allah SWT, serta menjauhi semua larangannya. Semua ini dilakukan atas dasar ketakutan akan murka Allah dan mengharap rahmat serta ridha-Nya.
2. Allah SWT akan senantiasa memberikan jalan keluar bagi permasalahan orang yang bertakwa
Pada ayat seribu dinar, dijelaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi orang yang memiliki ketakwaan. Maka tingkatkanlah takwa kita, niscaya setiap permasalahan dalam hidup akan diberikan jalan keluar.
ADVERTISEMENT
3. Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka bagi orang yang bertakwa
Arti arah yang tidak disangka disini adalah jalan yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali dalam benak manusia. Sesungguhnya rezeki muslim yang bertakwa selalu dalam jaminan Allah SWT, bahkan kadang mereka sendiri yang tidak menyadarinya.
4. Dosa pada hakikatnya adalah penghalang rezeki
Dosa-dosa yang kita lakukan akan menjadikan kita dari ketakwaan, yang secara otomatis menjauhkan kita dari rezeki Allah SWT.
Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya seorang manusia akan diharamkan dari rizki karena dosa yang dilakukannnya. Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan.” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
5. Allah adalah dzat paling tinggi penentu sesuatu
ADVERTISEMENT
Allah SWT adalah penetap segala sesuatu, mulai dari rezeki, takdir, hingga pemberi pertolongan bagi seluruh umat manusia.
Demikian bacaan dan keutamaan ayat seribu dinar. Perlu diingat bahwa rezeki bukan hanya berbentuk harta dan materi. Perbanyak syukur dan tingkatkan ketakwaan. Sesungguhnya kedua hal itu adalah kekayaan yang paling mutlak di sisi Allah SWT. (AA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020