Konten dari Pengguna

Bagaimana Bunyi Sila-Sila dalam Pancasila? Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Bunyi Sila-Sila dalam Pancasila. Foto: dok. Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Bunyi Sila-Sila dalam Pancasila. Foto: dok. Unsplash/Mufid Majnun

Bagaimana bunyi sila-sila dalam Pancasila? Materi tersebut merupakan salah satu bahasan yang disajikan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pancasila yang merupakan dasar negara ini terdiri atas lima sila yang berbeda-beda.

Masing-masing sila dalam Pancasila memiliki lambang tertentu. Lambang-lambang dari masing-masing sila dalam Pancasila dicantumkan dalam perisai yang terletak di dada burung garuda.

Pembahasan tentang Bagaimana Bunyi Sila-Sila dalam Pancasila beserta Lambangnya

Ilustrasi Bagaimana Bunyi Sila-Sila dalam Pancasila. Foto: dok. Unsplash/Bisma Mahendra

Mengutip buku berjudul Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara, Aa Nurdiaman (2007:15), Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Fungsi dasar Pancasila sebagai dasar negara membuat segala tindak tanduk atau perbuatan semua warga negara harus mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Hal tersebut karena Pancasila merupakan sumber nilai yang menuntun sikap, perilaku atau perbuatan warga negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila terdiri dari lima sila dengan bunyi yang berbeda.

Bagaimana bunyi sila-sila dalam Pancasila? Berikut ini adalah bunyi masing-masing sila dalam Pancasila beserta lambangnya.

  1. Sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa; dilambangkan dengan bintang.

  2. Sila kedua berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; dilambangkan dengan rantai.

  3. Sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia; dilambangkan dengan pohon beringin.

  4. Sila keempat berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dilambangkan dengan kepala banteng.

  5. Sila kelima berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia; dilambangkan dengan padi dan kapas.

Nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila pada Pancasila tersebut perlu diamalkan dan diterapkan oleh setiap warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini dilakukan agar kehidupan bermasyarakat yang dijalani bersama masyarakat dapat berlangsung secara harmonis.

Contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari misalnya menghormati perbedaan kepercayaan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat, memiliki toleransi yang tinggi terhadap adanya perbedaan kebudayaan yang terjadi di lingkungan sekitar, saling bahu-membahu dalam menolong orang yang membutuhkan, dan masih banyak lagi lainnya.

Baca juga: Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia

Sekian pembahasan mengenai bagaimana bunyi sila-sila Pancasila beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari sila yang terkandung dalam Pancasila, setiap warga negara dapat menerapkan nilai-nilai terpuji dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai Pancasila. (DAP)