Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan pada Masa Bercocok Tanam Manusia Purba?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi dan pembahasan mengenai cara memenuhi kebutuhan pada masa bercocok tanam oleh manusia purba terdapat pada buku Seri IPS Sejarah 1 untuk SMP Kelas VII, Drs. Prawoto, M. Pd. Dijelaskan pula bahwa masa bercocok tanam dimulai sekitar 10.000 tahun lalu, bersamaan dengan Zaman Neolitikum.
Masa bercocok tanam disebut juga sebagai masa revolusi kebudayaan dikarenakan adanya perubahan besar pada berbagai corak kehidupan masyarakat praaksara, yaitu peralihan dari kehidupan berburu dan meramu menjadi bercocok tanam.
Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan pada Masa Bercocok Tanam Manusia Purba?
Sesuai dengan namanya, cara memenuhi kebutuhan pada masa bercocok tanam oleh manusia purba dilakukan dengan bercocok tanam. Pada masa tersebut, mereka sudah mengandalkan berbagai alat yang lebih maju dibandingkan pada masa berburu dan meramu. Hal inilah yang disebut dengan revolusi neolitik atau revolusi agraria pertama.
Beberapa hal yang dilakukan oleh manusia pada masa ini, antara lain:
Mulai bisa menghasilkan makanan (food producing), perubahan dari yang dulunya mengumpulkan makanan (food gathering).
Membuka hutan lalu menanaminya dengan sayur dan buah untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.
Mengumpulkan tumbuhan, seperti ubi, keladi, daun-daunan dan buah-buahan
Melakukan sistem pertukaran barang (barter)
Mengasah peralatan batu menjadi tajam dan bertangkai.
Binatang buruan yang dulunya ditangkap mulai dipelihara dan diternakan, seperti kerbau, sapi, kuda, babi, dan unggas.
Mulai menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam
Tidak lagi hidup nomaden (berpindah-pindah tempat), tetapi menetap di suatu wilayah
Memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air dan alam yang diolahnya.
Masa Bercocok Tanam di Indonesia
Di Indonesia, diyakini bahwa manusia yang hidup pada masa bercocok tanam mendapat pengaruh besar dari ras Mongoloid, khusunya yang tinggal di wilayah Indonesia bagian barat.
Hal ini sesuai dengan keadaan di negeri tetangga, yakni Thailand, Vietnam, dan Malaysia, yang pada masa ini populasinya memperlihatkan ciri-ciri ras Mongoloid.
Cara memenuhi kebutuhan pada masa bercocok tanam di Indonesia juga identik dengan kemahiran manusia dalam hal mengumpam alat-alat batu serta dikenalnya pembuatan gerabah atau Zaman Neolitikum.
Beberapa alat yang dihasilkan masyarakat Indonesia selama masa bercocok tanam, yaitu:
Beliung persegi
Kapak lonjong
Alat-alat obsidian (batu kecubung)
Mata panah
Gerabah
Alat pemukul kulit kayu
Perhiasan
Jenis manusia pendukung dari periode bercocok tanam di Indonesia adalah Proto Melayu, antara lain suku Dayak, Toraja, Sasak, dan Nias. (DNR)
