Bagaimana Cara Menyelamatkan Diri Ketika Terjadi Tsunami? Begini Tipsnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tsunami adalah salah satu bencana alam yang sangat berbahaya. Salah satu penyebab dari adanya bencana alam yang satu ini adalah gempa bumi yang ada di tengah laut. Meski demikian, resiko terjadinya tsunami dapat dideteksi dengan sistem peringatan dini yang diberikan oleh Badan Mereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun mereka hanya memberikan intuisi, akan tetapi penyelamatan diri harus dilakukan oleh tiap individu. Lantas, bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi tsunami? Berikut penjelasannya.
Bagaimana Cara Menyelamatkan Diri Ketika Terjadi Tsunami? Begini Tipsnya
Dikutip dari buku Tsunami: Seri Ada Apa Di Bumi? karya David dan Helen Orme (2005:6), tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya gelombang pelabuhan. Tsunami dikenal sebagai gelombang laut raksasa.
Penyebabnya adalah perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bahwah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor di bawah laut, maupun hantaman meteor laut.
Gelombang tsunami melaju dengan sangat cepat dan dapat merambat ke segala arah. Bahkan, kecepatan gelombang tsunami hingga 500-1.000 km/jam. Sehigga, gelombang tsunami dapat meratakan segalanya.
Lalu bagaimana cara menyelamatkan diri apabila tsunami menerjang?
Dilansir dari laman ioc.unesco.org sebagai bagian dari UNESCO dalam penanganan tsunami terutama di dekat daerah Samudera Hindia yaitu:
Apabila Anda berada di tengah lautan saat tsunami terjadi, arahkan perahu menjauhi pantai. Hal ini dikarenakan semakin dekat dengan daratan, gelombang pun akan semakin tinggi.
Bila Anda berada di pantai saat tsunami terlihat, segera lari menjauhi laut dan cari tiang atau pohon terdekat yang bisa dipanjat.
Tetaplah di tempat saat gelombang pertama surut, karena gelombang tsunami selalu datang lebih dari satu kali. Bahkan gelombang berikutnya bisa jadi lebih besar dibanding sebelumnya.
Hindari sungai dan jembatan saat tsunami menerjang, karena aliran tsunami akan lebih deras dan kuat pada aliran sungai.
Jangan gunakan kendaraan khususnya mobil saat evakuasi. Sebab, banyak orang yang akan menghindari tsunami. Akibatnya mobil akan sulit menembus kerumunan orang yang memadati jalan. Selain itu, jika Anda berada di dalam mobil saat tsunami menerjang, tekanan air yang sangat besar akan menyulitkan ketika membuka pintu. Apabila Anda membuka jendela mobil, air akan masuk dan menenggelamkan mobil dengan cepat. Belum lagi ada benda-benda lain yang terbawa arus gelombang tsunami yang dapat menghancurkan mobil dari luar.
Tetaplah berada di atas air. Gunakan benda-benda yang mengapung seperti kasur, bantal, kayu, jeriken, ban bekas, maupun batang pohon sebagai pelampung darurat.
Tinggalkan harta benda Anda saat evakuasi. Sebab, membawa harta benda akan memperlambat dan mempersulit diri Anda dalam menghindari terjangan tsunami.
Selain memahami bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi tsunami di atas, tetaplah tenang saat menyelamatkan diri. Jangan mengikuti isu yang dapat memperkeruh suasana. Selain itu, jangan terburu-buru meninggalkan tempat setelah gelombang tsunami datang, sebab banyak sekali kejadian bahwa gelombang tsunami berikutnya datang dengan lebih besar lagi. (MZM)
