Bagaimana Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun?

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan bagaimana mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun! Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu memahami mekanisme atau cara kerja tumbuhan dalam mengangkut air dari akar menuju daun.
Artikel ini akan membantu kamu dalam memahami mekanisme tersebut secara mudah. Namun, ada satu hal yang perlu kita pahami. Hal tersebut adalah jangan gunakan artikel ini untuk menyontek saat ulangan atau ujian.
Bacalah artikel ini saat kamu ingin belajar memahami mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun. Jangan untuk menyontek sebab menyontek adalah perbuatan tidak terpuji.
Nah, kalau sudah paham bahwa artikel ini bukan untuk menyontek, mari lanjut membaca. Semoga dengan membaca uraian di bawah ini kamu semakin paham dengan mekanisme pengangkutan air pada tumbuhan, ya!
Baca juga: Mengapa Tumbuhan Hijau Disebut Produsen? Ini Jawabannya
Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun
Kita tentu telah mengetahui bahwa setiap makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan memerlukan makan dan minum. Kita dapat melihat proses makan dan minum pada manusia dan hewan dengan mudah.
Pasalnya, baik manusia maupun hewan mengonsumsi makanan dan minuman lewat mulut. Namun, pada tumbuhan kita tidak dapat melihat proses makan dan minum.
Nah, proses makan dan minum pada tumbuhan ini dapat kita pahami dengan mengetahui mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun. Tumbuhan memang tidak memiliki bagian tubuh yang berbentuk mulut seperti mulut manusia atau hewan.
Namun, tumbuhan memiliki bagian yang bernama akar untuk menyerap air serta mineral. Akar membawa air dan mineral tersebut menuju daun untuk kemudian ‘dimasak’ agar dapat makan. Lantas bagaimana cara akar mengangkut air menuju daun?
Dikutip dari buku berjudul Buku Anti Remedial IPA Terpadu SMP Kelas VIII karya Purwanto, dkk. (2010: 26), diketahui bahwa berdasarkan lewat tidaknya di pembuluh angkut, mekanisme pengangkutan air dan mineral terbagi menjadi dua, yaitu:
Ekstravaskuler (ekstra = luar; vaskuler = pembuluh angkut)
Vaskuler (melalui pembuluh angkut)
Berdasarkan penjelasan Purwanto, dkk., dapat dipahami bahwa mekanisme pengangkutan air dan mineral ada yang melalui pembuluh angkut dan ada yang tidak melalui pembuluh angkut. Kemudian, timbul pertanyaan lagi, bagaimana akar dapat mengangkut air dan mineral menuju daun?
Akar dapat mengangkut air dan mineral karena adanya tekanan akar, kapilaritas batang, serta daya isap daun. Berikut adalah penjelasan tentang tekanan akar, kapilaritas batang, serta daya isap daun yang mengutip dari buku New Edition Big Book Biologi SMA/MA Kelas X, XI, & XII karya Furqaani, dkk. (2017: 331).
Tekanan akar terjadi karena sel-sel akar yang bersifat hipertonis terhadap lingkungan menyebabkan air secara alami masuk (osmosis) ke dalam sel-sel akar dan mendorong air naik ke pembuluh kayu (xilem) batang.
Kapilaritas batang pada tumbuhan muncul karena adanya pembuluh kayu (xilem) yang menyerupai pipa kapiler sehingga dapat dengan mudah melewatkan air dan mineral terlarut dari akar, batang, hingga sampai ke daun.
Daya isap daun terjadi karena aktivitas transpirasi atau penguapan air dari daun. Hilangnya air dari daun akan memaksa air dan mineral dari akar dan batang masuk ke dalam daun karena konsentrasi air dan mineral yang berkurang secara kontinu akibat transpirasi.
Jadi, kesimpulannya adalah akar dapat mengangkut air menuju daun karena adanya tekanan bersifat hipertonis, kapilaritas batang, serta daya isap daun yang terjadi akibat aktivitas penguapan air.
Sekian uraian tentang mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun. Semoga mudah untuk dimengerti, ya! (AA)
