Konten dari Pengguna

Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan? Ini Pandangan Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan. Sumber: Unsplash/Fabien TWB
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan. Sumber: Unsplash/Fabien TWB

Bagaimana perumpamaan hari kebangkitan dalam pandangan Islam? Hari kebangkitan merupakan bagian dari fase-fase kiamat dalam ajaran Islam.

Setiap muslim yang mengimani keberadaan hari kiamat, tentu memercayai adanya hari kebangkitan. Eksistensi hari kebangkitan merupakan hal yang pasti sebab berasal dari firman Allah Swt. dalam kitab suci Al-Qur’an.

Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Pandangan Islam?

Ilustrasi Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan. Sumber: Unsplash/Noah Grossenbacher

Kiamat merupakan peristiwa yang pasti terjadi menurut pandangan Islam. Islam pun mengajarkan pemeluknya untuk percaya terhadap kedatangan hari kiamat. Bukti ajaran itu adalah keberadaan “iman kepada hari kiamat” sebagai salah satu dari enam rukun iman.

Kiamat dalam pandangan Islam tidak terjadi dalam satu waktu sebab memiliki beberapa fase. Satu di antaranya adalah fase hari kebangkitan atau yaumul ba’ats. Bagaimana perumpamaan hari kebangkitan dalam pandangan Islam?

Dikutip dari buku Ilmu Tauhid, Rismanto (2023), dalam agama Islam, yaumul ba’ats menjadi kehidupan awal setelah fase yaumul barzah yang ditandai dengan tiupan sangkakala. Sangkakala adalah trompet yang ditiup oleh Malaikat Israfil saat hari kiamat.

Pada fase tersebut, manusia akan dibangkitkan dari alam kubur. Manusia yang dibangkitkan mencakup seluruh dunia bahkan seluruh zaman, mulai dari manusia pertama hingga manusia terakhir di bumi.

Ayat Al-Qur’an tentang Hari Kebangkitan

Ilustrasi Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan. Sumber: Unsplash/GR Stocks

Setiap ajaran Islam selalu memiliki sumber, demikian pula dengan eksistensi hari kebangkitan sebagai fase kiamat. Dua contoh ayat Alquran Surah Ar Ruum ayat 56 dan Surah Yasin ayat 51.

Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, berikut ini adalah bacaan serta arti Surah Ar Ruum ayat 56 dan Surah Yasin ayat 51.

1. Surah Ar Ruum Ayat 56

وَقَالَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَالْاِيْمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوْمِ الْبَعْثِۖ فَهٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Arti:

Orang-orang yang diberi ilmu dan iman berkata (kepada orang-orang kafir), “Sungguh, kamu benar-benar telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari Kebangkitan. Maka, inilah hari Kebangkitan itu, tetapi dahulu kamu tidak mengetahui (bahwa itu benar adanya).”

2. Surah Yasin Ayat 51

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ

Arti:

Sangkakala pun ditiup644) dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya.

Catatan Kaki:

644) Ini adalah tiupan sangkakala yang kedua yang membangkitkan orang-orang dari kubur.

Baca juga: Tanda Hari Kiamat Menurut Pandangan Islam yang Perlu Diketahui

Jadi, bagaimana perumpamaan hari kebangkitan? Pada hari tersebut, manusia pertama hingga manusia terakhir di bumi akan dibangkitkan. Hari itu pasti akan terjadi karena merupakan firman Allah Swt. Wallahu a’lam bishawab. (AA)