Bagian-Bagian Catur Asrama dalam Agama Hindu

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Catur Asrama adalah empat tingkatan hidup manusia menurut ajaran agama Hindu. Bagian-bagian Catur Asrama didasari atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia.
Dalam agama Hindu, perkembangan rohani berproses dari bayi, anak-anak, dewasa, dan tua. Catur Asrama akan berkembang menjadi rohani yang kuat, mengalami ketenangan dan keseimbangan hidup.
Bagian-Bagian Catur Asrama yang Perlu Diketahui Umat Hindu
Catur Asrama mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkatan-tingkatan kerohanian. Diambil dari Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi, I Made Bagus (2021:134), bagian-bagian Catur Asrama adalah sebagai berikut.
1. Brahmacari
Brahmacari merupakan tingkatan hidup manusia pada waktu mengejar ilmu pengetahuan serta ilmu ketuhanan. "Braman" disini artinya ilmu pengetahuan atau ilmu ketuhanan, dan "cara" artinya tingkah laku dalam belajar.
Brahmacari adalah masa belajar atau masa menuntut ilmu pengetahuan. Utamanya ilmu pengetahuan tentang ketuhanan (spiritual).
2. Grehastha Asrama
Grehastha Asrama adalah jenis dan jenjang kedua dari Catur Asrama, yang sering juga disebut masa hidup untuk membangun rumah tangga.
Masa Grehastha Asrama ini dimulai dengan upacara perkawinan. Tujuan upacara perkawinan adalah sebagai pembersihan terhadap sukla dan swanita (bibit), serta pembersihan lahir batin dari orang yang melangsungkan perkawinan.
3. Vanaprastha
Vanaprastha diartikan masa untuk berdoa atau menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan mengasingkan diri di hutan.
Pada bagian ini, disarankan agar seseorang yang sudah mulai lepas dari tanggung jawab keluarga dan sosial, mulai menyiapkan diri menuju bekal untuk mengenal tujuan sejati dalam hidup, dan sedikit demi sedikit melepaskan ikatan dengan duniawi.
Vanaprastha adalah masa persiapan. Bersiap menuju kehidupan akhir, yakni Sanyasi atau sepenuhnya melepaskan diri dari ikatan duniawi, serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, Atmanivedanam.
4. Sannyasin
Sannyasin sering juga disebut dengan bhiksuka. Tingkat kehidupan terakhir pada bagian Catur Asrama.
Sannyasin adalah bentuk pertapaan, ditandai dengan. penolakan keinginan material sekecil apapun. Hal ini diwakili oleh keadaan terlepas dari kehidupan material, serta memiliki tujuan menghabiskan hidup dalam damai dengan fokus pada pengejaran spiritual.
Baca juga: 4 Pembagian Kelas dalam Masyarakat Hindu
Catur Asrama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Catur yang berarti empat, dan Asrama berarti jenjang kehidupan. Bagian-bagian Catur Asrama antara lain brahmacari, grehastha, vanaprastha, dan bhiksuka. (DK)
