Bahan Dasar Pembuatan Stupa dalam Peninggalan Sejarah Hindu Buddha

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Indonesia banyak ditemukan peninggalan sejarah Hindu Buddha yang berasal dari India, termasuk stupa. Bahan dasar pembuatan stupa adalah batu. Simak ulasannya melalui tulisan berikut ini.
Bahan Dasar Pembuatan Stupa dalam Sejarah Hindu Buddha
Kebudayaan telah berkembang di masa kerajaan-kerajaan Hindu Buddha yang berlangsung sejak awal abad ke-5. Ditemukannya bahan dasar pembuatan stupa adalah salah satu bukti peninggalan sejarah Hindu Buddha di bidang budaya.
Dihimpun dari buku Dejarah yang disusun oleh Anwar Kurnia, Moh. Suryana (2007:60), berikut adalah peninggalan sejarah yang bercorak Hindu Buddha.
Arsitektur (Seni Bangunan)
Bentuk peninggalan arsitektur bercorak Hindu Buddha terdiri atas 2 jenis, yaitu:
Seni bangunan bersifat sakral, adalah bangunan yang berkaitan dengan keagamaan, seperti candi, stupa, arca, dan wihara.
Seni bangunan bersifat profan, adalah bangunan-bangunan biasa yang tidak ada kaitannya dengan agama, seperti keraton, tirta, gapura, dan pertapaan.
Peninggalan seni bangunan bercorak Hindu Buddha di Indonesia antara lain,
Candi
Candi adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau penanaman abu jenazah raja. Candi terdiri atas tiga bagian penting (kaki, tubuh, dan atap) yang setiap bagian memiliki arti dan tujuan sendiri.
Kebanyakan bahan candi dari bata atau batu andesit. Misalnya Candi Sumberjati di Blitar, dan Candi Loro Jonggrang di Prambanan.
Stupa
Stupa adalah bangunan yang berfungsi menyimpan peninggalan keramat, dan tempat untuk memperingati peristiwa penting. Ada tiga bagian penting dari stupa, yaitu dasar stupa, andha, dan yasthi.
Bahan dasar pembuatan stupa adalah batu. Contohnya stupa Borobudur dan stupa Kalasan di Magelang.
Arca
Arca adalah patung yang terbuat dari batu dan dipahat menyerupai bentuk manusia atau binatang. Fungsi arca adalah perhiasan bangunan, patung kuburan, dan media (perantara) untuk menjalankan semedi. Contohnya arca Joko Dolok di Surabaya.
Wihara
Wihara adalah tempat tinggal para biksu yang terbuat dari kayu. Misalnya wihara yang ditemukan dekat stupa Kalasan.
Keraton
Keraton adalah rumah tempat tinggal ratu atau raja. Contohnya keraton Majapahit di daerah Trowulan, Mojokerto.
Petirtaan
Petirtaan adalah tempat pemandian air suci yang digunakan kalangan istana. Misalnya Tirta Empul di Bali.
Gapura
Gapura adalah bangunan berupa pintu gerbang. Ada yang beratap dan berdaun pintu, ada juga yang menyerupai candi terbelah dua. Contohnya gapura di Jombang dan Belahan.
Pertapaan
Pertapaan adalah bangunan cerukan di gua batu, dan difungsikan sebagai tempat tinggal para petapa. Contohnya Goa Gajah di Bali.
Baca juga: 4 Perbedaan Bentuk Candi Hindu dan Buddha.
Bahan dasar pembuatan stupa adalah batu, dan candi yang terbuat dari bata merupakan bukti kebudayaan di masa kerajaan Hindu Buddha. Peninggalan sejarah tersebut masih bertahan dan dapat dinikmati keindahannya sampai sekarang.(DK)
