Bahan Dasar Shuttlecock dalam Permainan Bulu Tangkis

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut adalah bahan dasar shuttlecock dalam permainan bulu tangkis yang mungkin belum banyak diketahui secara lengkap.
Artikel ini mengupas tuntas bahan dasar shuttlecock yang lebih dikenal dengan istilah kok di kalangan masyarakat umum. Dalam buku Praktik dan Teori PJOK di Sekolah Dasar, Samsul Azhar dkk mengungkapkan bahwa bagian-bagian pada sebuah shuttlecock terdiri dari kepala dan bulu kepala. Masing-masing bagian memiliki bahan dasar yang berbeda sesuai dengan fungsinya.
Baca juga : Negara Asal Permainan Bulu Tangkis dan Cara Memainkannya
Bahan Dasar Shuttlecock dalam Permainan Bulu Tangkis
Bahan dasar shuttlecock untuk tiap bagian adalah sebagai berikut:
Bahan dasar shuttlecock bagian kepala yaitu gabus yang dipotong berbentuk setengah bulatan. Gabus tersebut dilapisi kulit sapi. Garis tengah gabus bagian bawah berukuran 25-28 mm, dibagian ujung atas berukuran 54-56 mm.
Bahan dasar shuttlecock bagian bulu kepala berasal dari bulu unggas. Bulu unggas yang digunakan berasal dari bulu angsa atau bulu burung. Ketinggian bulu unggas dari bagian kepala hingga ujung permukaan atas yaitu 67-74 mm. Dalam setiap kepala gabus sebuah shuttlecock ditancapkan 14-16 helai bulu unggas, kemudian diikat dengan benang supaya lebih kokoh atau tidak mudah rusak.
Berat standar sebuah shuttlecock antara 4,73 hingga 5,50 gram. Berat sebuah shuttlecock berbeda-beda bervariasi menyesuaikan perbedaan keadaan lapangan, kondisi suhu, kelembaban, serta ketinggian tempat pertandingan berlangsung.
Diungkapkan dalam buku Badminton for All, Dr. Angga Indra Kusuma, S.Pd., M.P.d memaparkan bahwa pada zaman yang semakin modern ini mulai diproduksi shuttlecock dari bahan sintetis, menggantikan bahan dasar yang biasanya berasal dari bulu unggas baik bulu angsa mauapun bulu burung. Biasanya shuttlecock sintetis ini digunakan oleh anak-anak atau pemain amatir sekedar untuk bersenang-senang atau permainan rekreasi saja.
Sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian yang dapat menciptakan bulu sintetis yang bisa sangat menyerupai bulu unggas yang asli, supaya dapat menghasilkan shuttlecock sintetis yang memiliki karakteristik shuttlecock bulu unggas. Ukuran dan berat shuttlecock sintetis dapat dengan mudah dibuat menyerupai shuttlecock bulu unggas. Tetapi karakteristik kecepatan, daya rem, dan sensasi memukul shuttlecock bulu sangat sulit disamai.
Sehingga meskipun shuttlecock sintetik lebih awet, murah, lebih stabil lajunya, sampai saat ini belum dapat menggeser posisi shuttlecock bulu unggas dalam permainan bulu tangkis secara resmi. (SR)
