Bahasa Saat Menyampaikan Pertanyaan dalam Diskusi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diskusi merupakan salah satu cara dan juga media untuk menyampaikan gagasan, pendapat dan juga saran kepada orang lain sekaligus mendapatkan kritikan atau masukan dari orang lain. Tujuan utama dari diskusi adalah menghasilkan sebuah keputusan yang memberikan manfaat untuk banyak orang dan tidak ada satu pihak yang dirugikan. Diskusi sering sekali ditemui di dalam masyarakat, bahkan di dalam Pancasila sila keempat dijelaskan bahwa masyarakat Indonesia harus mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Lalu dalam diskusi pasti kita menyampaikan tanggapan atau pertanyaan, dalam diskusi disampaikan dengan bahasa yang jelas dan santun. Berikut penjelasannya.
Bahasa Saat Menyampaikan Pertanyaan dalam Diskusi
Mari kita awali pembahasan dengan mengetahui pengertian diskusi terlebih dahulu, dikutip dari buku Aku Suka Bahasa Indonesia karya Nandang RP dan Ismail K, (Grafindo) dijelaskan bawah secara umum, diskusi dapat diidentifikasikan sebagai cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama. Dalam diskusi ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu sebagai berikut.
Tujuan berdiskusi adalah untuk memecahkan suatu masalah.
Dalam diskusi ada forum tanya-jawab
Tanya-jawab tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi sehingga tercapai kesepakatan bersama
Dalam diskusi, terdapat para pelaksana diskusi yang memiliki tugas berbeda-beda
Manfaat yang dapat dipetik dalam diskusi adalah memupuk kerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan melatih berbicàra di muka umum.
Bahasa Saat Bertanya dalam Diskusi
Ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan saat bertanya di dalam diskusi, di antaranya adalah sebagai berikut:
Saat bertanya gunakan bahasa yang jelas dan santun agar tidak menyinggung perasaan orang lain di dalam diskusi tersebut
Menggunakan istilah umum agar dapat dimengerti oleh seluruh peserta diskusi, karena jika menggunakan bahasa yang terlalu teknis kadang justru menimbulkan persepsi yang berbeda antar peserta diskusi
Menggunakan kata-kata modalitas yang berisi klarifikasi pernyataan pro kontra atas kemungkinan dan keharusan misalnya harus, wajib, akan, ingin, mungkin, bisa dan lain sebagainya
Menggunakan kata kerja aksi misalnya menyebabkan, mengakibatkan, menjadikan, atau membuat
Menggunakan konjungsi perlawanan. Berisi kata-kata yang menunjukkan suatu perbandingan atau hal yang kontras. Contohnya: tetapi, tapi, namun, akan tetapi, sebaliknya, di pihak lain, atau di sisi lain.
Jadi dalam memberikan tanggapan atau pertanyaan dalam diskusi disampaikan dengan bahasa yang jelas dan santun serta memperhatikan beberapa kaidah kebahasaan lainnya. (WWN)
