Bahasa yang Digunakan dalam Teks Ceramah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ceramah merupakan salah satu kegiatan yang cukup familiar bagi masyarakat Indonesia, dimana cerama sendiri merupakan kegiatan yang identik dengan kegiatan keagamaan. Biasanya ceramah dilakukan pada saat acara tertentu dan menjadi media untuk menyebarkan ajaran agama. Dimana isi dari ceramah sendiri biasanya mengajak umatnya untuk melakukan berbagai hal kebaikan dan meningkatkan ibadah kepada tuhan. Namun untuk materi ceramah sendiri saat ini sudah sangat beragam, lalu bagaimana dengan bahasa yang digunakan dalam teks ceramah? Berikut adalah ulasannya lengkap.
Baca juga: Beberapa Manfaat Mendengarkan Ceramah di Masjid
Bahasa dalam Teks Ceramah
Jadi dalam teks ceramah bahasa yang digunakan dalam teks ceramah adalah bahasa atau kalimat efektif agar materi dapat diterima dengan baik. Eits, sebelum membahas lebih lanjut mari kita mundur satu langkah dan melihat dulu sebenarnya apa yang dimaksud dengan ceramah.
Dikutip dari buku Ayo Mahir Berceramah untuk SMA/MA karya Indah Kumara Putri dkk, (2020) dijelaskan bahwa pengertian dari ceramah adalah pidato yang menyampaikan atau menyebarkan ajaran-ajaran agama. Ceramah juga dapat diartikan sebagai kegiatan penyampaian pesan yang mempunyai tujuan untuk memberikan nasehat, petunjuk maupun petuah kepada pendengar secara lisan. Pendengar bisa berarti siapa saja, masyarakat luas atau khalayak.
Ceramah merupakan jenis keterampilan lisan atau yang lebih dikenal dengan istilah public speaking. Secara umum, ceramah, khotbah, dan sambutan sama,sama berbicara di depan umum untuk memaparkan, menjelaskan gagasan, pikiran, atau informasi kepada pendengar yang bersifat persuasif. Ceramah merupakan jenis keterampilan berkomunikasi lisan, Hal tersebut dapat dinyatakan dengan keterbiasaan ceramah yang dilakukan dengan cara penyampaian lisan.
Terkait dengan permasalahan bahasa yang digunakan, pada umumnya teks ceramah menggunakan beberapa kaidah kebahasaan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Menggunakan kata ganti orang pertama dan orang kedua jamak sebagai sapaan. Misalnya Hadirin yang berbahagia, kalangan terpelajar dengan julukan hebatnya sebagai "tulang punggung negara, harapan masa depan bangsa" seharusnya…
Menggunakan kata-kata teknis atau istilah berkenaan dengan topik yang dibahas. Misalnya teks ceramah yang membahas tentang masalah mengandung istilah-istilah, seperti sarkastis, tata krama, kesantunan berbahasa, etika berbahasa, dan sebagainya.
Menggunakan kata-kata yang menunjukkan argumentasi. Misalnya alasan kenapa harus beribadah pada tuhan dan lain sebagainya.
Demikian adalah pembahasan mengenai bahasa yang digunakan dalam teks ceramah. (WWN)
